Belum Siap Berkeluarga

image description

PERNIKAHAN Berjo dengan Marjina dilaksanakan dengan keterpaksaan. Keluarga Marjina tak ingin mendapat malu, karena sang putri sudah mengandung. Padahal saat itu keluarga Berjo tak mau berkompromi. Daripada Marjina melahirkan anak tanpa status yang jelas, maka mereka pun segera dinikahkan. Guna menutup malu keluarga, pernikahan tetap dilangsungkan seperti biasa, dengan resepsi yang meriah mengundang handai taulan. Sementara orang tua Berjo diwakili oleh salah satu kerabat, yang merasa kasihan melihat nasib yang tengah dialami saudaranya tersebut.

Berjo hanya bisa nurut saja, apa kemauan pihak pengantin putri. Ia hanya diminta tanggung jawab untuk menikah, sementara semua biaya ditanggung pihak keluarga Marjina. Tak ada yang bisa dilakukan Berjo, karena ia saat itu juga tengah cinta-cintanya pada Marjina. Jadi tak mungkin ia melarikan diri. Padahal tak sepersen pun uang keluar dari kantong Berjo, karena memang ia belum punya penghasilan.

Namun ternyata membangun sebuah rumah tangga tak bisa hanya bermodalkan cinta belaka. Seminggu dua minggu pengantin baru itu bisa menikmati masa-masa indah. Namun akhirnya Berjo tersadarkan, bahwa ia hanya numpang di rumah mertua. Bahkan sampai kebutuhan pribadinya pun harus ditanggung mertua, lantaran hubungan dengan orang tua kandung sudah terputus.
Berkat tekadnya yang membara, yang membuat Berjo mampu menyelesaikan kuliahnya. Ibaratnya sampai kaki digunakan untuk kepala, Berjo melakukan apa saja untuk mendapatkan biaya kuliah. Lain halnya dengan Marjina, yang terpaksa harus putus kuliah, karena beberapa bulan setelah menikah sudah disibukkan untuk momong anak. Orang tuanya sebenarnya mampu untuk membiayai kuliahnya, namun Marjina sendiri yang tak bersedia lantaran telanjur malas untuk berpikir.
“Biar Mas Berjo saja yang menyelesaikan kuliah. Toh nanti dia yang cari kerja untuk menghidupi keluarga. Aku jadi ibu rumah tangga saja,” begitu kata Marjina kala itu. (Bersambung)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) Edy Setijono menandatangani tanda terima Sertifikat SNI ISO 37001 di Kompleks Candi Prambanan.
PT TWC Terapkan SNI ISO Antisuap

SLEMAN (MERAPI) - PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, siap menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO

Close