Membuat Istri Penasaran

PAGI itu Kirno belum bisa bicara terus terang kepada istrinya soal uang suap dari Pak Handika. Selain belum siap, waktunya saat itu sudah harus berangkat kerja. Selama bertahun-tahun menjadi karyawan, Kirno selalu disiplin tak pernah terlambat masuk kantor. Bahkan selalu hadir lebih awal dibanding rekan-rekan lainnya. Atas kerajinannya itulah, Kirno pernah mendaat penghargaan sebagai karyawan teladan di kantornya.
Begitu pula pagi ini, meski pembicaraan dengan istrinya sangatlah penting, namun Kirno tak mau mengorbankan waktunya agar tidak terlambat sampai di kantor. Hal itu sekaligus agar Kirno bisa berpikir lebih jauh lagi, bagaimana nanti harus berdiskusi dengan istrinya.

“Bapak harus segera berangkat, Bu,” kata Kirno sambil bergegas menyelesaikan makan paginya.
Tarni hanya bisa melongo. Ia belum puas karena belum bisa mengorek tentang segepok uang yang berada dalam tas kerja suaminya. Tapi Tarni tak bisa apa-apa, dan mencoba bersikap seperti biasas. Diambilkannya tas kerja suaminya, namun Tarni agak kaget karena tas tersebut terasa ringan. Semalam saat mengangkat cukup berat karena ada uang di dalamnya. Itu artinya, uang sudah tidak ada dalam tas dan kemungkinan besar di simnpan dalam lemari, kata Tarni dalam hasti.
Tarni mengantar suaminya berangkat suaminya berangkat kantor sampai halaman depan. Setelah Kirno tak terlihat lagi, cepat-cepat ia balik masuk kamar. Dengan gesit dibukanya lemari namun setelah mengacak-acak di dalamnya, tak ia temukan uang itu. “Dimana Bapak menyimpan uangnya? Jelas sekali tadi tasnya sangat ringan, pasti tidak ada uang di dalamnya,” pikir Tarni.

“Bapak memang pintar, pasti tak ingin aku tahu ada segepok uang di rumah ini. Tapi aku harus bisa menemukannya,” kata Tarni bicara sendiri sambil berpikir keras dimana kira-kira suaminya menyimpan uang tak sedikit itu.
Atas lemari dilihat tidak ada, di bawah kasur tidak ditemukan. Tarni seperti orang gila, ketika mengacak-acak seluruh rumah mencari uang itu, namun tak juga berhasil ia temukan. “Benar-benar cerdik suamiku ini,” kata Tarni.
Setelah lelah, Tarni akhirnya menyerah. Ia sampai melupakan pekerjaan rumahnya, namun gagal juga menemukan apa yang dicari. “Biarlahnanti saja Bapak pulang, aku akan bertanya teruys terang. Biar saja Bapak marah kalau tahu aku sudah membuka tas kerjanya. Risiko ini harus aku tanggung, biar tahu uang itu sebenarnya milik siapa,” batin Tarni.

Sementara di kantor, Kirno sendiri tidak tenang. Bukan masalah jika uang itu ditemukan istrinya. Namun lantaran dirinya sudah melakukan hal yang bertentangan dengan hati nuraninya. Ia merasa telah mendapat uang suap dari Pak Handika, sekalipun uang itu sendiri belum ia apa-apakan.
“Ngalamun lagi,” suara Sutir mengagetkan Kirno yang tengah termenung. (*)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA/HERY SIDIK Salah satu stan di arena Bantul Ekspo 2019 di Pasar Seni Gabusan Bantul.
BANTUL JUOSS 2020 SIAP DIGELAR: Hadirkan UKM Hingga Kendaraan Antik

SEWON (MERAPI) – Acara bertajuk “Bantul Juoss” siap digelar di Pasar Seni dan Wisata Gabusan Bantul pada 22-23 Februari 2020.

Close