Mimpi Seorang Istri

TENGAH malam akhirnya Kirno tertidur juga. Pikirannya yang sedang tidak tenang, membuat tidurnya tidak tenang. Sesekali berubah posisi, bahkan terkadang mengigau yang tidak jelas. Tarni semakin yakin, suaminya tengah menyimpan rahasia dan semua itu akan bisa ia ketahuyi jika dirinya berhasil mengetahui isi tas yang berada di dalam lemari.

Maka saat Kirno dirasa sedang tidur, Tarni pelan-pelan berjingkat dari tempat tidurnya. Dengan sangat hati-hati, ia membuka pintu lemari dan mengambil tas kerja suaminya. Saat Kirno terdengar bergerak posisi tidur, Tarni berhenti sebentar untuk menunggu suaminya tenang kembali.
Akhirnya Tarni berhasil juga membuka tas itu. Dan betapa kagetnya ia, ketika di dalamnya menemukan segepok uang. Seumur hidupnya, baru kali ini ia melihat dan memegang uang sebanyak itu. Dengan bergetar, dielus-elusnya uang itu.
“Apakah ini yang membuat mas Kirno kelihatan resah? Tapi, ini sebenarnya uang apa?” seribu kata tanya berseliweran di kepala Tarni.

Tak ingin ketahuan suaminya, Tarni segera mengembalikan uang itu ke dalam tas. Sebenarnya sayang rasanya untuk melepas uang itu. Ada harapan besar di hati Tarni, uang itu benar milik Kirno, sehingga ia pun bisa memanfaatkannya untuk membeli ini membeli itu. Bayangan Tarni pun melayang kemana-mana, berharap beli kulkas baru, mesin cuci, bahkan mobil baru untuk pergi kemana-mana dengan keluarga.

Tari kembali ke tempat tidurnya, tapi ia tidak bisa memejamkan matanya. Wajahnya tapak senyum-senyum sendiri membayangkan apa yang jadi harapannya bisa menjadi kenyataan. Dengan memakai perhiasan serba emas asli, pakaian baru dan menenteng tas bermerk, Tarni melangkah dengan anggun mnenuju ke mobil.
“Pak, ayo kita ke mall, Ibu ingin belanja,” kata Tarni setelah duduk di dalam mobil, di samping suaminya yang sudah siap menyetir.
“Malem-malem kok mau ke mall, ibu ngelindur ya.”

Suara Kirno mengagetkan Tarni dan lamunannya pun buyar seketika. Ternyata ia sudah mengigau dan itu didengar suaminya yang terbangun dari tidurnya.
“Mimpi kan boleh to Pak. Siapa tahu mimpi Ibu bisa jadi kenyataan, punya mobil sendiri, bisa belanja ke mall dan jalan-jalan tiap hari,” kata Tarni, sekalian mencoba memancing reaksi suaminya.
“Nggak usah mimpi terlalu tinggi. Duit dari mana Bapak bisa beli mobil, bisa makan tiap hari dan menyekolahkan anak-anak saja kita sudah bersyukur,” kata Kirno sambil membalikkan badan membelakangi istrinya. (*)

Read previous post:
Cinta Tak Direstui Orangtua, Mahasiswi Pilih Aborsi

WONOSARI (MERAPI)- Seorang oknum mahasiswi, AS (23) warga Desa Sidorejo, Tepus, Gunungkidul bertindak nekat usai hubungan cintanya dengan sang pacar

Close