Bertentangan dengan Hati Nurani

image description

MELIHAT Kirno ragu-ragu menerima uang tanda kesepakatan, tampak wajah Pak Handika berubah agak tegang. Sebagai seorang anak buah, Pak Handika merasa tak sepantasnya Kirno menolak apa yang sudah menjadi keputusannya.

Maka dengan nada bergetar, Pak Handika pun langsung memberi perintah. “Tidak ada pilihan lain kecuali menerima kesepakatan ini dan Kirno harus mau menerima uang ini sebagai tanda jadi,” kata Pak Handika.

Mendengar ucapan Pak Handika yang sangat serius, membuat hati Kirno jadi kecut. “Baik Pak, saya terima uang ini dan saya bersumpah untuk menuruti perintah bapak,” kata Kirno sambil meraih bungkusan uang yang ada di depannya.

“Baik, kuingat betul ucapanmu itu. Sekarang lupakan apa yang sudah terjadi dan kembali ke ruanganmu untuk bekerja seperti biasa. Ingat, tutup mulutmu rapat-rapat,” tegas Pak Handika.

Kirno pun beranjak dari tempat duduknya dengan perasaan campur aduk. Dalam hati kecilnya ia tak bisa menerima uang suap itu, karena merasa tidak halal. Memang dirinya butuh uang banyak untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, namun tidak dengan cara seperti ini. Sebenarnya tanpa diberi uang pun Kirno tak akan membocorkan rahasia Pak Handika, karena baginya tak baik mengumbar air orang lain.

Namun pemberian uang itu justru menjadi beban tersendiri. Kembali ke ruangannya, Kirno hanya bisa duduk merenungi nasibnya. Bagi orang lain mungkin hal ini bisa dianggap rezeki nomplok, namun bagi Kirno dianggap sebagai musibah.

Bungkusan uang itu dengan cepat ia simpan di dalam lacinya, takut ada orang yang melihat. Namun Kirno dibuat kaget bukan kepalang, ketika tiba-tiba pundaknya ditepok seseorang. Seketika badannya berjingkat karena saking kagetnya. Betapa takutnya Kirno kalau orang yang menepok pundaknya tahu dirinya sedang menyimpan uang segepok di laci. (*)

Read previous post:
PEKAN ZAKAT PANUTAN 2020: Baznas Siap Kerja Maksimal

SLEMAN (MERAPI) - Jumlah penghimpunan zakat yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun mengalami

Close