Diinterogasi Bos

MESKI dengan pikiran tidak tenang, Kirno mencoba untuk berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Saat teman-temannya sudah mulai berdatangan, hati Kirno agak bisa sedikit lega, karena merasa ada yang diajak ngobrol dan bercanda. Beberapa saat Kirno pun bisa melupakan pikiran buruk dan sudah tenggelam dengan pekerjaannya.

Hari beranjak siang. Kirno merasa sepertinya tidak akan terjadi apa-apa pada dirinya. Sampai kemudian sebuah kejutan datang. Swerorang pesuruh masuk ruangan dan mendekati dirinya.
“Selamat siang, Pak,” kata pesuruh dengan bisik-bisik.
“Selamat siang, ada apa Pak?” kata Kirno yang langsung hatinya terasa berdebar-debar.
“Pak Kirno dipanggil Bapak sekarang juga,” kata pesuruh masih dengan bisik-bisik.
Langsung wajah Kirno pucat pasi. Pasti ada kaitannya dengan kejadian tadi malam, pikir Kirno dalam hati.

“Ada apa ya Pak?” tanya Kirno mencoba menelisik sambil mengulur waktu mencari ketenangan.
“Bapak hanya berpesan Pak Kirno diminta datang sekarang juga,” jawab pesuruh sambil mohon diri.
Kirno tak sempat berpikir klebih jauh. Perintahnya dia diminta menghadap sekarang juga. Jika dia mengulur-ulur waktu, pasti justru akan menimbulkan masalah. Maka meski dengan berat hati, Kirno bergegas menuju ke ruang direktur Pak Handika.

Sampai di depan pintu, Kirno menarik nafas panjang sebelum mengetuknya. “Semua harus aku hadapi, apapun risiko yang harus aku terima,” kata Kirno dalam hati.
“Masuk…” terdengar suara Pak Handika dari dalam.
“Selamat siang, Pak,” kata Kirno mencoba bicara dengan tenang, meski keringat dingin mulai terasa membasahi badannya.
“Silakan duduk,” perintah Pak Handika dengan tegas.

Kirno pun menuruti perintah, meski mentalnya makin runtuh karena sepertinya Pak Handika tidak basa-basi.
“Kemarin Kirno lembur?” tanya Pak Handika.
“Benar, Pak,” jawab Kirno dengan tergagap.
“Sampai jam berapa?”
“Bakda Maghrib, Pak.”
“Apa yang kamu lakukan sampai malam seperti itu?” tanya Pak Handika.
Kirno merasa makin tersudut. Pasti arahnya nanti ke persoalan kursi jatuh di depan pintu direktur. (*)

Read previous post:
Digrebek Saat Mesum

ESOK paginya, Kirno serba salah. Ia sebenarnya enggan masuk kantor, karena takut perbuatannya sudah diketahui Pak Handika. Namun jika tidak

Close