Mencari Orang Misterius

image description

KEGELISAHAN juga melanda pikiran Pak Handika. Kursi tergeletak di depan pintu ruang kerjanya jelas bukan sebuah kebetulan. Pastu ada orang yang telah berani mengintip ruang kerjanya, dan lantas lari tunggang langgang setelah melihat apa yang dilihatnya.
“Tapi siapa orangnya?” kata Pak Handika dalam hati sambil menyetir.
“Bagaimana kalau ada orang yang tahu perbuatan kita, Pak?” tanya Bu Yusti memecahkan lamunan Pak Handika.
“Itulah yang juga sedang aku takutkan,” jawab Pak Handika.
“Mungkinkah satpam?”

“Sepertinya bukan, Tadi saat kita keluar pintu gerbang, mereka tampak biasa saja tidak menunjukkan sikap gugup atau bagaimana,” terang Pak Handika.
Saat itu Bu Yusti memang tak bisa melihat Satpam, karena sengaja bersembunyi dengan cara membungkukkan badan agar tidak ketahuan Satpam bahwa ia masih berdua dengan bos sampai malam hari.
“Terus kita sebaiknya bagaimana, Pak. Jangan sampai beritanya menyebar ke karyawan yang lain.”
“Itulah yang sedang aku pikirkan. Tapi untuk sementara kita jaga jarak dulu. Bersikap dan bekerja seperti biasa seperti tidak terjadi apa-apa,” kata Pak Handika mencoba untuk tidak panik.

Setelah mengantar Bu Yusti hingga rumahnya, Pak Handika langsung pergi lagi menuju ke Taman Kota. Ia ingin menenangkan pikiran sambil mencari jalan terbaik, agar aibnya bersama Bu Yusti tidak tersebar sehingga bisa menimbulkan skandal. Pikiran Pak Handika masih tertuju untuk mencari siapa orang misterius itu. Satpam sudah ia singkirkan jauh-jauh, karena di benak Pak Handika tidak mungkin. Tiba-tiba Pak Handika terbayang dengan wajah Kirno. Karyawannya yang paling rajin dan suka lembur sampai malam hari. “Tapi, rasanya kok tidak mungkin. Kirno orangnya lugu dan jujur,” batin Pak Handika. (*)

Read previous post:
Berpacaran dengan Makhluk Halus

CERITA ini terjadi sekitar tahun 90-an di salah satu kota yang berada di Jawa Timur. Cerita yang sempat membuat geger

Close