Cemas Rahasia Terbongkar

image description

SAAT Kirno terjatuh dari kursi, sebenarnya menimbulkan suara gaduh yang cukup keras. Karena itu membuat Kirno panik dan segera lari tunggang langgang, takut perbuatannya diketahui sang direktur Pak Handika.
Namun di dalam ruangan sendiri, Pak Handika dengan Bu Yusti yang tengah asyik masyuk rupanya tak memperhatikan. Mereka sama sekali tak mendengar suara gaduh itu, dan tetap melanjutkan aktivitasnya.

Setelah hajat keduanya selesai dan merapikan baju kembali, mereka barulah keluar dari ruangan. Saat itu sudah cukup malam, sehingga suasana sunyi tak terdengar suara apapun.
Saat membuka pintu, barulah Pak Handika dikejutkan dengan adanya kursi yang menggeletak begitu saja. Ia celingak-celinguk memperhatikan suasana, namun tak ada satu orang pun yang dilihatnya.
“Ada apa, Pak?” tanya Bu Yusti.

“Ini kok aneh, ada kursi menggeletak di sini,” jawab Pak Handika sambil menunjukkan kursi yang beberapa saat sebelumnya digunakan Kirno memanjat untuk mengintip ke dalam.
“Waduh celaka, jangan-jangan tadi ada orang yang mengintip, Pak?” kata Bu Yusti dengan nada cemas.
“Tapi siapa malam-malam ada orang keluyuran di sini.”
“Mungkikah Satpam?”

“Hmmm…bisa jadi. Jam segini yang ada hanya mereka. Tapi masak berani-beraninya mereka melakukan,” kata Pak Handika masih belum percaya.
Kecemasan pun melanda hati Pak Handika. Siapa pun orangnya, pasti dia sudah memergoki perbuatannya dengan Bu Yusti. Sebenarnya perbuatan itu sudah dilakukan berulang kali, namun biasanya di hotel atau tempat lain di luar. Hanya hari ini Pak Handika tak kuasa menahan nafsu, sehingga keterlanjuran. Dan ternyata akibatnya sangat fatal, ada anak buahnya yang memergoki secara langsung. (*)

Read previous post:
HANTU KEMBARAN (1) – Sudah Malam Ada yang Bertamu

BEBERAPA kali aku membaca artikel soal betapa kita semua masing-masing punya tujuh orang kembaran. Aku nggak tahu apakah pernyataan itu

Close