Memergoki Aib Bos

DENGAN hati-hati, Kirno pun memanjat kursi untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi di dalam ruangan pak direktur. Posisi kaca yang lumayan tinggim memaksa Kirno harus berjuang agar bisa melongok. Tapi begitu matanya melihat ke dalam, degub jantung Kirno serasa berhenti. Ada pemandangan yang sama sekali tak oernah ia bayangkan.

Direktur Pak Handika terlihat sedang melakukan hal terlarang dengan salah satu karyawannya sendiri, Bu Yusti. Perbuatan yang sangat tidak layak, karena dilakukan di ruang kerja pak direktur sendiri. Ruang yang sangat disegani bagi selutuh karyawan.

Seketika itu pula, Kirno langsung turun dari panjatan kursi. Badannya gemetar menahan rasa takut yang tak tertahankan. Karena saking groginya, membuat kaki Kirno salah melangkah sehingga kursi jatuh dan menimbulkan suara berisik. Dengan tergesa-gesa, Kirno bangun dan segera lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan kuri ke tempat semula.

Dengan nafas tersengal-sengal, Kirno menuju ke parkiran motor. Ia tak ingin perbuatannya diketahui Pak Handika, karena bisa berbahaya dalam karirnya ke depan. Selama ini Pak Handika sebenarnya dikenal pemimpin yang bijak. Terhadap anak buah juga sangat perhatian dan tak pernah berbuat semena-mena.

Namun di balik perilakunya yang alim, ternyata Pak Handika menyimpan rahasia yang bisa menjadi aib besar. Bukan saja bagi Pak Handika secara pribadi, namun juga bagi perusahaan secara umum. Terlebih lagi, perbuatan tercelanya dilakukan dengan salah satu karyawannya sendiri.
Tanpa pikir panjang, Kirno langsung tancap gas meninggalkan area parkir. (*)

Read previous post:
Nelayan Bantul Gagal Panen Bawal Laut

SANDEN (MERAPI) - Cuaca cerah sehari kemarin, Kamis (9/1), dimanfaatkan sejumlah nelayan untuk melaut. Hampir selama 4 hari tidak banyak

Close