Cobaan Datang Bertubi-tubi

image description

SEJAK kejadian itu, hubungan Tuliyah dengan Jarino menjadi dingin. Mereka seolah sama-sama tahu, namun tak mau saling berterus terang untuk berdialog secara terbuka. Tuliyah tahu bahwa suaminya itu telah berselingkuh, namun Jarino hanya mengakuinya lewat perilaku bukan bicara secara terang-terangan.

Suasana dalam keluarga pun terasa hambar, sekalipun Jaka sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Sementara Pak Hudi sudah kembali ke rumahnya, karena ia juga punya tanggungan sendiri, seperti kegiatan sosial maupun beberapa peliharaan dan tenaga rumah tangga yang harus diurus.

Cobaan bagi Tuliyah sepertinya belum berhenti sampai di sini. Sekalipun sudah dinyatakan sembuh oleh dokter, namun ternyata luka-luka yang dialaminya membawa dampak cukup serius.

Sekarang Jaka sulit untuk berpikir dengan cepat alias telmi. Ia juga mudah sekali lupa dengan apa yang baru saja dilakukan atau diucapkan.

“Ya Allah, begitu berat cobaan yang hambaMu terima. Ampunilah dosa-dosaku ya Allah, berikanlah kekuatan dan jalan keluar mengatasi cobaan ini,” kata Tuliyah setiap kali habis salat.

Di lain pihak, kondisi Jaka ternyata tak lantas menjadikan Jarino lebih dekat dengan keluarganya. Bahkan seolah-olah Jarino makin tak peduli, sehingga lebih sering berada di rumah Wurni.

Secara lahiriah, Jarino memang tetap memberi nafkah yang cukup untuk Tuliyah. Sehingga Tuliyah tak perlu merasa khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun nafkah batin nyaris tak diberikan lagi oleh Jarino. (*)

Read previous post:
PRABU WATU GUNUNG (7-HABIS) – Bethara Wisnu Diturunkan ke Marcapada

"Aku tidak mau turun ke Marcapada, aku sudah kerasan tinggal di Suralaya. Jika Sanghyang Narada menginginkan istriku tidak menangis, maka

Close