Putus Silaturahmi

SETENGAH kaget Tuliyah menengok ke kiri, ketika pundaknya disentuh seseorang. Setelah melihat orang yang ada di sampingnya, Tuliyah makin kaget setengah tidak percaya. Ada sosok lelaki sepuh, yang sudah lama sekali tidak ditemuanya. Tuliyah tak menduga sama sekali, kini harus bertemu dalam kondisi yang sedang tidak nyaman di rumh sakit.

“Ayah,” kata Tuliyah sambil memeluk lelaki sepuh itu.
“Sabar ya nduk. Ini ujian yang harus diterima dengan lapang dada,” kata lelaki sepuh yang ternyata ayah Tuliyah, Pak Hudi.

Memang sudah lama sekali Tuliyah tak menemui ayahnya tersebut, yang kebetulan tinggal di kota lain. Bahkan komunikasi jarak jauh juga jarang dilakukan, karena ayahnya yang sudah sepuh tak mengggunakan handphone. Terakhir mereka bertemu empat tahun yang lalu, saat Jaka disunat.

“Terima kasih Yah, sudah mau menengok cucunya,” kata Tuliyah.
“Ayah memang kangen sama Jaka. Terakhir ayah lihat dia masih kecil saat disunat. Ayah kaget saat diberi tahu suamimu kalau Jaka berada di rumah sakit, makanya ayah bergegas kemari,” kata Pak Hudi.

Tuliyah pun menjadi merasa bersalah, selama ini sangat kurang menjalin silaturahmi dengan ayahnya sendiri. Sejak menikah dengan Jarino, seolah Tuliyah asyik dengan dunianya sendiri sampai melupakan saudara-saudara yang semasa kecil tinggal serumah dan bercanda ria. Ia tak merasa kehilangan karena sudah punya kegiatan sendiri. Namun kini baru terasa saat dirinya mengalami musibah, betapa kehadiran saudara, terutama ayahnya, mampu memberi dukungan moril yang sangat berarti. (*)

Read previous post:
MERAPI-HUMAS SLEMAN Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyerahkan bantuan dana pendidikan dari L-OTA DIY kepada siswa dari keluarga tidak mampu di Sleman.
97 Siswa Sleman Terima Bantuan L-OTA DIY

SLEMAN (MERAPI) - Sebanyak 97 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Sleman, menerima bantuan

Close