Teringat Kembali pada Allah

SAMA sekali tak terbayangkan sebelumnya oleh Tuliyah maupun Jarino, setelah melihat kondisi anaknya yang tergeletak di rumah sakit. Tak tertahankan, Tuliyah pun langsung menangis sejadi-jadinya sambil mencoba memeluk anaknya. Tapi tim medis segera menahannya, karena Jaka tengah dalam perawatan intensif.

Darah masih terlihat dimana-mana, sementara wajah Jaka sudah tidak bisa dikenali lagi. Beberapa bagian bajunya terlihat pada sobek. Tuliyah tidak habis pikir melihat kondisi anak kesayangannya itu, karena pagi harinya keluar dari rumah dalam kondisi segar bugar.

Begitu pun dengan Jarino, yang hanya tertegun serasa tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya. Tak ada kata-kata yang bisa terucap dari mulutnya, meski sertibu pertanyaan berkecamuk dalam dadanya.

“Ada apalagi ini dengan Jaka,” kata Jarino dalam hati.

Tak tega rasanya ia melihat kondisi fisik anaknya, yang sepertinya tengah berjuang antara hidup dan mati. Ini bisa dilihat betapa seriusnya tim medis yang tentgah menangani anaknya. Begitu pun dengan berbagai peralatan yang dipasang dalam tubuh. Menangis sedih dalam hati Jarino, sekalipun dari luar ia mencoba untuk tetap tegar.

Tuliyah pun hanya bisa memeluk erat suaminya, sambil menangis sesenggukan. Jarino bisa merasakan, betapa tubuh istrinya itu bergetar menahan emosi yang bergejolak. Pikiran Jarino pun melayang ke masa silam, saat ia dan istrinya berjuang dengan berbagai cara agar bisa mendapatkan seorang anak. Perjuangan panjang dan melelahkan itu memang tak sia-sia. Namun sekarang, buah hati yang dinanti-natikan itu tengah terkapar dalam kondisi yang mengenaskan. Terlintas dalam hati Jarino, apakah hanya sampai di sini dirinya akan merasakan memiliki seorang anak? Pwretanyaan itu makin membuat batinnya perih. Seketika itu ia baru ingat kembali kepada Allah SWT, setelah sekian lama ia tinggalkan lantara tenggelam dalam kesibukan kerja dan mengejar materi.

“Ya Allah, selamatkanlah anakku. Jangan Engkau ambil kembali dia dari sisiku,” kata Jarino dengan suara lirih. (*)

Read previous post:
Namimah

MEMBICARAKAN kejelekan orang lain itu ada tiga tingkatan yang kesemuanya tentu saja sangat dibenci oleh manusia, dan sedapat munhkin dihindari

Close