Menjadi Pelajaran

LAMUNAN Jarino pecah ketika pundaknya dijawil seseorang. “Bapak orang tua dari salah satu anak itu?” tanya orang tersebut, yang ternyata anggota polisi.
“Benar Pak,” jawab Jarino tergagap.
“Siapa nama anak Bapak?”
“Jaka, Pak. Jaka Perkasa.”
“Ooo baik, silakan masuk ke ruangan sebelah Pak.”

Jarino pun menuju ke ruang yang ditunjuk. Di tempat tersebut ternyata sudah ada beberapa orang tua lain, yang dipanggil untuk urusan anak mereka.
Dari penjelasan pihak kepolisian, Jarino pun paham apa yang telah yerjasi engan Jaka.

Rupanya Jaka dan kawan-kawannya ditangkap Pak Polisi karena terlibat balap liar di ruas jalan yang memang suka digunakan anak-anak muda untuk kumpul-kumpul.
Warga yang merasa resah dengan keberadaan mereka, lantas lapor ke kepolisian.
Mendapat laporan warga, petugas pun bertindak cepat. Memang tak semua pelaku kebut-kebutan bisa ditangkap. Bahkan sebagian besar mereka berhasil melarikan diri saat melihat ada petugas datang.

Sial bagi Jaka, yang ikut terjaring karena tak mampu melarikan diri. Bersama beberapa remaja lainnya, Jaka pun diangkut ke kantor polisi. Setelah Jarino hadir di kantor polisi, maka Jaka ikut dipanggil masuk untuk diberi pengarahan langsung di depan orang tuanya.

“Jaka hanya nonton Pak, tidak ikut kebut-kebutan,” kilah Jaka di depan petugas dan ayahnya.

“Baguslah kalau Jaka hanya nonton, tapi itupun tidak baik karena berarti ikut mendukung kegiatan tersebut. Dan lama-lama Jaka pun bisa ikut-ikutan,” jelas Pak Polisi.

“Iya Pak, maafkan anak saya jika memang bersalah,” sambung Jarino.
“Ini menjadi pelajaran bagi Jaka agar jangan coba-coba. Dan untuk Bapak, semoga bisa lebih memperhatikan putranya, karena untuk anak seusia Jaka belum seharusnya membawa motor sendiri,” lanjut Pak Polisi. (*)

Read previous post:
Petani Difasilitasi Pasarkan Produk Olahan

BANTUL (MERAPI) - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, rutin mengadakan Pasar Tani guna memfasilitasi para petani

Close