Memetik Buah Ketekunan

KESABARAN Tarino secara pelan kemudian mulai menunjukkan hasilnya. Tanah nganggur yang ia beli, ia manfaatkan untuk membuka peternakan ayam yang baru. Dimulai dengan kecil-kecilan sesuai dengan kemampuan keuangan, Tarino optimis jika ditekuni pasti ke depannya akan berkembang.

Semua yang dilakukannya itu atas sepengetahuan Pak Jalidu selaku bosnya. Ternyata Pak Jalidu mendukung penuh. Bahkan Tarino ditawari pinjaman sebagai modal awal, namun dengan halus ditolaknya.

“Mohon maaf Pak, terpaksa tawaran Bapak saya tolak, karena saya ingin mencoba untuk mandiri. Saya sudah sangat berterima kasih selama ini sudah diberi peluang untuk menjadi seperti sekarang ini. Mudah-mudahan apa yang saya rintis nanti juga bisa berkembang seperti peternakan milik Bapak,” kata Tarino.

Pak Jalidu pun tak merasa Tarino akan menyaingi dirinya. Justru ia merasa bangga, jalan yang dibukakan untuk Tarino ternyata telah berhasil dengan sukses.

Nama Tarino pun semakin tenar di kalangan para peternak ayam. Kesuksesannya mampu menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama meski di bidang berbeda. Undangan untuk pun mengalir karena banyak yang memintanya sebagai narasumber berbagai kegiatan, seperti diskusi, workshop dan pelatihan di bidang kewiraswastaan.

Warga sekitar semakin kagum pada sosok Tarino, ketika rasa syukur atas keberhasilannya ia wujudkan dalam bentuk pembangunan masjid yang megah. Selama ini Tarino memang juga dikenal taat dalam menjalankan ibadahnya. Namun tak ada yang menyangka jika kemudian sosok sederhana itu kini telah mencapai kesuksesan besar. (*)

Read previous post:
TINDAK LANJUT UU KEISTIMEWAAN: Pemkab Gunungkidul Ubah Nama Desa dan Kecamatan

WONOSARI (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan melakukan perubahan nama desa dan perangkat serta nama kecamatan menindaklanjuti dari Undang-Undang Keistimewaan

Close