Berikan Pancing, Bukan Ikan

image description

MESKIPUN Pak Jalidu terkenal sebagai seorang dermawan, tapi Tarion tak serta merta memanfaatkannya untuk kepentingan diri sendiri. Hidup Tarino memang susah, namun ia tak mau mengambil jalan pintas dalam mencari rezeki. Iat tak mau mengambil barang yang bukan haknya, sehingga untuk mencari kayu bakar saja selalu minta izin lebih dulu pada orang yang punya kebon.

Tetangga barunya, Pak Jalidu, meski gbelum lama bergaul dengan cepat bisa mengerti sifat-sifat yang dimiliki Tarino. Pak Jalidu pun terkesan dengan kepolosan dan kejujuran Tarino. Tak segan-segan Pak Jalidu minta tolong pada Tarino setiap membutuhkan tenaga untuk keperluan di rumahnya.

Dalam hati Pak Jalidu pun muncul niat, akan membantu mencarikan jalan bagi Tarino aar kehidupannya bisa lebih baik. Namun Pak Jalidu tak ingin memberika bantuan begitu saja. Ia hanya ingin memberikan jalan. Jangan berikan ikan, tapi berikanlah pancing. Begitu prinsip Pak Jalidu. Yang dipikirkan sekarang adalah, kiranya pancing apa yang cocok untuk Tarino?

Akhirnya gagasan muncul, ketika Pak Jalidu melihat bagaimana Tarino merawat ayam-ayamnya. Sejak ayamnya bertelur sembarangan, Pak Jalidu kemudian menyuruh Tarino untuk membuatkan kandang. Bahkan kemudian Pak Jalidu membeli beberapa ekor ayam, yang sehari-hari dirawat Tarino. Ternyata hasilnya memuaskan. Ayah-ayam Pak Jalidu tumbuh dengan sehat dan klandangnya bersih-bersih.

“No, sepertinya kamu senang ya memelihara ayam?” tanya Pak Jalidu.

“Njih Pak, di rumah saya juga punya beberapa ekor. Pengin punya banyak tapi tidak punya modal,” kata Tarino dengan polosnya.

“Kamu mau kalau saya modali untuk buka peternakan ayam?”

“Oooh, benar Pak? Kalau benar jelas mau. Saya memang suka merawat ayam dan rasanya bahagia saat ayam-ayam bertelur banyak.”

Pak Jalidu pun percaya, Tarino pasti akan bisa melaksanakan tugasnya jika ia membuka peternakan ayam petelur. Kebetulan ia juga punya lahan kosong di tengah tegalan, sehingga ideal jika untuk membuka peternakan ayam. Letaknya cukup jauh dengan pemukiman, tak akan mengganggu ketentraman warga. Bertemu dengan Tarino pun ibarat tumbu entuk tutup. Cocok. Yang satu memliki modal, yang satunya punya keahlian dan niat untuk mengelola. (*)

Read previous post:
Kantor Pemkab Bantul Belum Ramah Difabel

BANTUL (MERAPI) - Sejumlah penyandang disabilitas mengeluhkan akses yang belum ramah di kantor Pemkab Bantul. Kompleks Parasamya itu sejauh ini

Close