Menilai Kebaikan Orang

image description

GARA-GARA telur ayam enam butir, Pak Jalidu jadi buah bibir orang sekampung. Semudah itu orang memberikan barang miliknya kepada orang lain, sekalipun itu hanya telur. Tanggapan warga pun beragam. Ada yang merasa kagum namun tak sedikit pula yang justru mencibirnya. Mereka yang mengolok, sudah tentu didasar rasa iri, mengapa bukan dirinya yang diberi telur.

“Orang baru saja bergaya, ngasih gratis ke orang. Memangnya saya nggak bisa apa, ngasih-ngasih ke orang lain,” kata Rohjali yang dikenal orang paling pelit sekampung.

Yang mendengar omongannya tak ada yang membantah, karena takut pasti akan disemprot habis-habisan. Mereka hanya berkata dalam hati, “memangnya kapan sampeyan ngasih gratis ke orang lain. Ngasih upah kerja saja kadang lupa atau pura-pura lupa.”

Sementara ada pula warga yang merasa penasaran pada kebaikan hati tetangga baru mereka, sehingga mencari-cari alasan untuk minta bantuan.

“Mohon maaf Pak Jalidu, kalau tidak keberatan saya mau minta sumbangan sekadarnya,” kata Gruno yang tiba-tiba datang ke rumah pak Jalidu suatu sore.
Pak Jalidu pun kaget, karena ada orang tiba-tiba datang minta sumbangan. Padahal ia tergolong warga baru di kampung.

“Untuk keperluan apa ya?” tanya Pak Jalidu menyelidik.

Gruno rupanya tak menyiapkan jawaban jika ditanya seperti itu, sehingga ia jadi kelimpungan mencari-cari jawaban.

“Emmm anu, Pak. Untuk …anu…membeli semen. Ada lantai rumah yang mengelupas, kebetulan saya belum punya duit untuk beli semen,” kata Gruno sekenanya.

“Ooo…kalau untuk itu saya masih punya semen kelebihan renovasi kamar. Sialakn ambil saja,” kata Pak Jalidu yang sebenarnya sudah tahu Gruno hanya cari-cari alasan.

Pak Jalidu memang orang dermawan, namun ia hampir tak pernah memberi bantuan dalam bentuk uang. Hal itu dinilainya tidak mendidik. Ia akan merasa senang jika membantu orang lain dengan memberi jalan, agar orang tersebut agar mampu mengatasi sendiri persoalan yang tengah dihadapi. (*)

Read previous post:
KUSTOMFEST 2019 DIGELAR MULAI HARI INI-‘Ontoseno’ yang Misterius untuk Penonton Beruntung

PERHELATAN Kustomfest yang digelar setiap tahun di bulan Oktober menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar otomotif, khususnya kustom tanah air.

Close