MENUTUPI AIB (11-HABIS) – Belajar dari Kesalahan

AKHIRNYA tersingkap juga aib besar yang selama ini ditutup-tutupi Mary. Ternyata perempuan yang selama ini dikenal pendiam, telah melakukan perbuatan yang dilarang dalam agama. Kehamilan akibat pergaulan bebasnya dengan Gary, memang berhasil disembunyikan bakan sampai si jabang bayi lahir. Tapi yang namanya barang busuk pasti akan tercium juga.

“Apa kubilang, dari dulu aku sudah curiga anak itu memang anak kandung Mary. Sekarang sudah terbukti to,” kata seorang ibu pada ibu lainnya yang sedang berkerumum membeli sayur keliling di pojok jalan.

“Memang kita sudah lama curiga, tapi kan kemarin belum ada bukti,” sahut ibu yang lain.

“Kemarin sudah ada saksinya yang telah membuka mata kita. Kebenaran memang pasti akan terkuak juga.”

“Iya, kita memang sudah tahu faktanya, tapi kita nggak usah menghakimi mereka. Kita semua juga punya kesalahan, ya kita maklumi saja sekarang keluarga Bu Sumi sedang mendapat cobaan,” timpal seorang ibu mencoba meredam suasana.

Bu Sumi sendiri harus menenangkan diri selama beberapa hari, untuk bisa menerima kenyataan. Dari awal ia sudah berniat untuk merawat Gunda sekalipun itu hanya anak pungut. Tapi ternyata Gunda memang masih keturunannya langsung.
“Maafkan nenek, semula menganggap Gunda anak orang lain meski nenek sayang. Sekarang nenek tambah sayang, bagaimanapun kondisi Gunda,” kata Bu Sumi sambil memeluk Gunda yang tengah tidur nyenyak.

Mary sendiri pada awalnya merasa sangat malu, ketika rahasianya terbongkar. Bahkan sempat terbersit berniat untuk bunuh diri. Namun karena melihat kedua orang tuanya seperti tabah menerima kenyataan, seolah menjadi kekuatan bagi Mary untuk bertahan menerima cibiran masyarakat. Apalagi setelah ada kesepakatan dari orang tua Mary maupun pihak keluarga Gari, untuk menikahkan keduanya secara resmi.

“Kita tutup lembaran hitam yang telah kita lalui, mari kita tatap masa depan dengan lebih baik lagi,” kata Gari pada Mary.

Mary pun menyadari, sepahit apapun tak seharusnya melakukan kebohongan, terlebih lagi bohong kepada orang tua. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KETHOPRAK DWIJO BUDOYO ISI YOGYA: Pentaskan Lakon Mendung Bumi Ngrowo

SEWON (MERAPI) - Kethoprak sebagai salah satu seni pertunjukan teater tradisional yang hingga saat ini masih digemari masyarakat, keberadaannya harus

Close