MENUTUPI AIB (5) – Penyesalan Semu

image description

ORANGTUA Mary sama sekali tak curiga ketika anaknya pamit untuk ikut KKN dalam jangka yang cukup lama dan minta uang lebih sebagai bekal. Selama ini apapun keinginan Mary memang selalu dipenuhui, selagi punya alasan yang kuat. Rencana pun berjalan dengan mulus.

Dengan diantar Gari, mereka mencari tempat pondokan di daerah yang sekiranya tidak terpantau oleh saudara maupun teman-temannya. Namun juga tidak menimbulkan kecurigaan pada warga sekitar, jika mereka sebenarnya bukan pasangan suami istri yang sah.

Hanya sesekali Gari datang untuk menemani Mary, termasuk mengantarnya periksa ke seorang bidan. Hari-hari pun dilalui Mary dengan penuh rasa was-was dan tidak tenang.

Jika tengah dalam kesendiriannya, Mary mengakui dirinya telah melakukan perbuatan dosa besar. Dosa kepada Yang Maha Kuasa atas perbuatan zinanya yang berakibat fatal berupa hamil di luar nikah. Dosa kepada orangtuanya karena telah banyak berbohong. Apalagi kali ini berbohong soal hidup dan matinya dirinya sendiri maupun janin yang ada di perutnya.

Namun rasa penyesalan itu jadi lupa semua jika di sampingnya ada Gari. Keduanya seolah sudah seperti suami istri resmi, dengan panggilan mama dan papa. Tak terpikirkan di benak mereka, bagaimana ke depan nasib hubungan mereka dan juga nasib anak hasil perbuatan mereka. Begitu pun tak terpikirkan bahwa uang yang mereka gunakan selama ini merupakan hasil dari tipu daya terhadap orang tua mereka.

Suasana hati seperti ini berlangsung secara terus menerus, sehingga sesungguhnya penyesalan yang sempat dirasakan Mary tidaklah dengan tulus iklhas. Semua dikarenakan rasa kesepiannya. Dan jika kesepian itu terusir, maka terusir pula penyesalan yang selalu ia utarakan saat usai salat. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tindak Tegas Aksi Vandalisme

SLEMAN (MERAPI) - Maraknya aksi vandalisme terutama di bangunan cagar budaya menjadi keprihatinan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Sleman. Agar tidak

Close