HIDUP BAK RODA BERPUTAR (3) – Masuk di Lingkungan Tidak Baik

image description

TEKANAN psikologis akibat suasana tidak kondusif lingkungan keluarga dan sikap teman-temannya di sekolah, berpengaruh besar pada prestasi belajar Diran. Sejak kelas 1 SMP nilai rapor Diran tidak pernah bagus, lebih banyak merahnya dibanding yang biru. Hanya beklas kasihan dari para guru saja, yang membuat ia tak pernah tinggal kelas. Hanya saja, setiap akhir tahun pelajaran, selalu ada catatan dari guru wali kelas. “Tingkatkan belajar dan lebih aktif dalam semua kegiatan di sekolah.”

Toh demikian, tidak pernah ada perubahan pada diri Diran. Di akhir kelulusan, bahkan ia nyaris tidak masuk daftar siswa yang lulus. Harus ada ujian ulang yang harus diikuti dan itu pun hasilnya sangat pas-pasan.

Dengan nilai seperti itu, maka semakin sulit Diran untuk mencari sekolah SMA yang bagus. Apalagi tidak ada dukungan dana dari orang tua. Hanyanya, terpaksa Diran mendaftar di tempat yang asal mau menerima saja. Di kalangan masyarakat, sekolah tersebut sudah di kenal sebagai tempat berkumpulnya anak-anak nakal dan sulit berprestasi. Orang tua Diran tidak peduli dengan kondisi itu, asal anaknya tetap bisa melanjutkan sekolah.

Diran sendiri sudah menyadari, dirinya terpaksa harus bersekolah di tempat yang banyak tidak disukai orang. Selama ini ia sudah kebal menjadi sasaran bully anak-anak nakal, sehingga sudah siap menghadapinya bahkan bertekad untuk membaur dengan mereka.
Benar saja. Pada hari-hari pertama masuk sekolah, suasana tidak mengenakkan sudah terasa. Para siswa kakak kelas terlihat ribut dan sulit ditertibkan, baik itu di kelas apalagi saat di luar kelas. Hal ini memancing para siswa baru untuk melakukan hal yang sama. Tidak mau ketinggalkan dengan suasana, Diran pun larut dalam keriuhan itu. (Bersambung)

Read previous post:
HIDUP BAK RODA BERPUTAR (2) – Melawan Keadaan

MEMASUKI masa SMA, Diran mulai menginjak dewasa. Jiwanya terdorong untuk memberontak dengan situasi yang dialaminya selama ini. Ia mulai berpikir

Close