HIDUP BAK RODA BERPUTAR (2) – Melawan Keadaan

image description

MEMASUKI masa SMA, Diran mulai menginjak dewasa. Jiwanya terdorong untuk memberontak dengan situasi yang dialaminya selama ini. Ia mulai berpikir bahwa dirinya tak sepantasnya direndahkan begitu saja oleh teman-temannya. Sekalipun masih dihinggapi rasa takut dan trauma, Diran sudah bertekad untuk mengubah ‘nasib’nya.

Setiap merenung sendiri, Diran selalu berpikir keras mencari cara untuk keluar dari permasalahan yang dialami. “Tidak bisa aku selalu dijadikan bahan ejekan. Selama ini aku terlalu bodoh untuk selalu mengalah. Sekarang hal itu tak boleh terjadi lagi, jika perlu aku yang balik mem-bully temanku,” kata Diran dalam hati.

Dalam penampilannya, Diran memang orang pendiam. Namun ternyata dalam hatinya memendam bara yang siap menyala-nyala. Sewaktu masa kecil memang ada perasaan minder dari teman-temannya, karena kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Ia hanya menjadi penonton saja, setiap kali teman-temannya punya mainan baru, atau punya barang baru yang dipamer-pamerkan. Orang tuanya tak pernah bisa menuruti apa yang diminta, sehingga lama-lama Diran lebih memilih untuk diam.

Tapi seiring dengan bertambahnya usia, pikiran Diran pun turut berkembang pula. Ia sudah bisa menilai situasi berdasarkan apa yang dilihat saja, namun juga bisa meraba sebab-sebab dan latar belakangnya. Padahal kondisi keluargnya semakin lama tidak semakin baik, namun malah memburuk.

Semua berpangkal pada kondisi ekonomi, yang akhirnya merembet kemana-mana. Ditambah dengan jumlah dalam keluarga Diran yang terbilang cukup banyak. Semua ada delapan bersaudara termasuk Diran, sehingga ada saja persoalan yang muncul setiap hari. Hal ini membuat ayah dan ibu Diran selalu terlibat dalam perceksokan, bahkan di depan anak-anak mereka.

Kondisi seperi inlah yang membuat Diran semakin tertekan dan lama-lama ingin melakukan pemberontakan. Dalam pergaulan dengan teman sering diperlakukan buruk, sementara di rumah hanya disuguhi totonan yang tidak mengenakkan hati. (Bersambung)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
HIDUP BAK RODA BERPUTAR (1) – Di-bully Teman

SELALU dihina dan menjadi bahan ejekan teman-temannya semasa kecil, turut memberi pengaruh membentuk karakter Diran - nama samaran - sebagai

Close