UJIAN SEORANG ISTRI (16) – Hidup Rukun Bermasyarakat

image description

BERBEDA dengan teman-teman sekantornya yang senantiasa mendukung penuh pada Prapto, para tetangga kiri kanan memberi respon yang berbeda-beda. Ada yang simpati, tapi tak sedikit pula yang terkesan memandang rendah pada Prapto.

Prapto juga mendengar kabar bahwa status dirinya pernah dibahas dalam rapat RT. Ada yang sempat mempersoalkan statusnya sebagai mantan narapidana, tapi forum akhirnya sepakat untuk nantinya tetap menerima kehadiran Prapto sebagai warga yang pantas diperlakukan seperti warga lainnya. Mereka maklum, Prapto masuk penjara bukan karena berbuat kriminal, namun lebih disebabkan kelalaian saja saat bekerja.

Peran Pak RT dalam mengarahkan warganya agar bersikap toleran pada semua warga sangat besar, sehingga kesepakatan itu bisa diterima oleh semua pihak.

“Mari kita merenung sejenak, bagaimana perasaan bapak-bapak seandainya musibah yang dialami Pak Prapto itu menimpa diri bapak-bapak. Orang seperti Pak Prapto itu perlu diberi dukungan, bukan malah diejek atau disingkirkan,” kata Pak RT. Tak ada warga yang berani membantah, karena tentunya mereka juga tak ingin mengalami musibah seperti Prapto.

Mendengar cerita tersebut, Prapto pun berniat akan sowan ke rumah Pak RT, begitu dia nanti pulang ke rumah usai mengikuti acara di kantornya. Dan memang sudah menjadi kewajiban setiap warga untuk melapor ke Pak RT, setiap kali ada kejadian. Mengingat sudah setahun lebih Prapto di Lapas, maka ia juga harus melapor ke perangkat desa bahwa dirinya sudah bebas dan siap bersosialisasi lagi dengan warga.

Oleh Pak RT, Prapto mendapat banyak nasihat, terutama yang terkait dalam hidup bermasyarakat. Tidak perlu canggung dengan status mantan napi, karena seluruh warga sudah bisa memakluminya. Selain hidup bermasyarakat, lebih penting lagi Prapto diminta untuk fokus membina rumah tangganya yang sekarang sudah bisa berkumpul lagi. Prapto sampai berkaca-kaca matanya menahan haru, karena orang-orang di sekitarnya sudah sangat baik memperlakukan dirinya.

Sayyidina Rasulullah Nabi Muhammad S.a.w bersabda: “Hendaklah kalian bertaqwa kepada Allah dan memperbaiki hubungan di antara sesama kalian, karena sesungguhnya Allah memperbaiki hubungan di antara orang-orang yang beriman pada hari kiamat.” (HR Hakim dari Anas bin Malik R.a)

.

Read previous post:
UJIAN SEORANG ISTRI (15) – Dihantui Pikiran Buruk

BAGI Prapto, sambutan yang diberikan pihak perusahaan pada dirinya sempat membuat terkaget-kaget. Dia tak menyangka bos dan rekan-rekannya punya perhatian

Close