UJIAN SEORANG ISTRI (10) – Penyesalan yang Mendalam

image description

MALAM telah larut, namun Jumirah belum juga bisa tidur. Ia masih kepikiran dengan kajadian siang tadi. Hatinya tidak pernah bisa tenang, sekalipun anaknya, Ninuk, sepertinya sudah melupakan apa yang dia lihat. Namanya anak kecil, mungkin ia juga tidak tahu persis apa yang tengah dilakukan ibunya saat bersama laki-laki lain berduaan di kamar.

Tapi setiap bertatapan muka denga Ninuk, Jumirah menjadi salah tingkah sendiri. Sorot mata anak kecil itu seolah menusuk tajam ke arah jantung hatinya. Jumirah pun jadi tidak habis pikir, bagaimana ia bisa terlena sampai punya niatan gila dengan Klimin. Kini setelah tersadar, rasanya penyesalan mendalam sulit untuk dihapuskan.

Sekalipun belum sempat bertindak terlalu jauh dengan Klimin, tapi niat itu sudah membuat Jumirah merasa dirinya sangat kotor. Ia tak bisa membayangkan, seandainya betul-betul terjadi dirinya berbuat zina dengan Klimin, entah apa yang akan terjadi. Malu pada diri sendiri, pada anak-anaknya, pada suami, terlebih lagi malu kepada Allah SWT. Enaknya tak seberapa, penyesalan akan terasa selama-lamanya. Jangankan sudah terjadi, baru akan saja Jumirah sudah seperti orang gila memikirkan dampak yang akan terjadi nanti.

Dilihatnya wajah Ninuk yang pulas tidur di sampingnya. Didekap dan diciuminya putrinya yang kecil itu. “Engkaulah putri penolongku. Seandaianya Ninuk tidak pulang lebih awal tadi, mungkin saya sudah menjadi istri yang durhaka pada suami,” kata Jumirah dalam hati.

Bergegas Jumirah pun bangkit dari tempat tidurnya. Ia merasa tidak ada tempat lain baginya untuk menyatakan penyesalannya, kecuali dengan bertaubat kepada Allah SWT. Diambilnya air wudlu dan dipakainya mukena untuk menjalankan salat Taubat.
Ushollii sunnatat taubati rok’ataini lillaahi ta’alaa. Aku berniat shalat taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala

. (Bersambung)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
UJIAN SEORANG ISTRI (9) – Terhindar dari Perbuatan Zina

NAFSU yang sudah menggelegak sampai ke ubun-ubun, membuat Klimin lupa segala-galanya. Lupa bahwa yang ada di depannya itu istri dari

Close