UJIAN SEORANG ISTRI (9) – Terhindar dari Perbuatan Zina

NAFSU yang sudah menggelegak sampai ke ubun-ubun, membuat Klimin lupa segala-galanya. Lupa bahwa yang ada di depannya itu istri dari sahabat karibnya, Prapto. Jumirah pun merasa, pancingannya untuk membuat Klimin bernafsu telah mengenai sasaran.
Jumirah pun makin berani memasang aksinya, dengan menggerak-gerakkan badan dan sedikit memperlihatkan bagian sensitif tubuhnya. Dari sudut matanya, Jumirah melihat Klimin sepertinya sudah tak mmapu menahan hasratnya lagi.

“Mas Klimin sepertinya capai ya,” tanya Jumirah.

“Oohhh, iya..iya, lumayan agak capai,” jawab Klimin yang tersipu malu, karena ia merasa Jumirah tahu dirinya mencuri-curi pandang melihat bagian sensitifnya.

“Kalau capai boleh kok istirahat dulu. Ayo silakan,” kata Jumirah sambil tak sungkan-sungkan memegang tangan Klimin dan menyeretnya menuju ke kamar.

“Aduh mbak, nanti kalau ketahuan anak-anak bagaimana?” tanya Klimin yang masih agak takut.

“Sudah nggak apa-apa, anak-anak masih sekolah,” kata Jumirah yang trengah dibutakan oleh nafsu bejat di otaknya.

Sambil clingukan, Klimin pun masuk ke kamar Jumirah. Keduanya sudah sama-sama dirasuki setan, sehingga tak bisa berpikir secara rasional. Tak terpikirkan akibat dari perbuatannya. Tak terpikirkan pula, bahwa tindakan mereka merupakan dosa besar. Aib yang tidak saja akan mereka tanggung di akhirat, namun juga berisiko besar jika sampai ada orang yang tahu.
Keduanya pun siap untuk melakukan aksi bejatnya. Namun di saat itu pula, keduanya dibuat terkejut bukan kepalang. Rupanya saking bernafsunya, membuat mereka lupa mengunci pintu. Tiba-tiba pintu terbuka dan di sana sudah berdiri anak Jumirah yang masih kecil.

Bergegas keduanya bangkit dan membetulkan posisi baju yang sudah tidak karuan.

“Ibu kenapa? Kok ada Om Klimin di kamar?” tanya Ninuk dengan polosnya.

Jumirah pun gelagapan mau menjawab apa pada anaknya. Sementara Klimin hanya bisa terpaku, menyesali apa yang baru saja dilakukannya.

“Nyaris saja, untung belum sempat terjadi,” kata Klimin dalam hati sambil ngeloyor keluar dari kamar.

“Ninuk kenapa sudah pulang?” tanya Jumirah tak menjawab pertanyaan anaknya.

“Iya Bu, di sekolah Bu guru sedang rapat, jadi anak-ana disuruh pulang,” jelas Ninuk. (Bersambung)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
UJIAN SEORANG ISTRI (8) – Tergoda Rayuan Setan

BETAPA beratnya Jumirah harus pontang-panting mencari uang untuk menafkahi kedua anaknya serta dirinya sendiri. Berapa pun uang yang ia dapat,

Close