Gagal Tes PNS, Sukses Jadi Juragan

image description

MENJADI sarjana sebuah perguruan tinggi negeri, harapan Jarwo (bukan nama sebenarnya) tentu ingin mendapat pekerjaan yang bagus, mapan dan mendapat penghasilan besar. Karena itu, surat lamaran pun langsung disebar ke berbagai instansi, baik negeri maupun swasta.

Tujuan pertama Jarwo adalah ingin membahagiakan kedua orang tuanya, yang sudah bersusah payah mengumpulkan uang untuk biaya kuliahnya di Yogya. Menjadi PNS adalah impiannya, namun jika tidak kerja di swasta pun tidak mengapa. Yang penting kerja di kantor, pasti orang tua sudah merasa bangga.

Hari demi hari berlalu, bahkan sampai berbulan-bulan, surat panggilan yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang juga. Kebanyakan surat jawaban isinya permintaan maaf, atau sudah tidak ada formasi lagi. Begitu pun saat musim penerimaan PNS tiba, nama Jarwo tidak tercantum dalam seleksi tahap pertama. Padahal doa juga sudah ia panjatkan setiap saat. Bahkan orang tua Jarwo ikut mendukung dengan doa setiap Salat malam.

Toh demikian, tidak ada kemasygulan dalam hati Jarwo. Ia marasa bahwa Allah suatu saat pasti akan memberi rezeki juga kepada dirinya. Entah kapan datangnya dan bagaimana jalannya.

Sambil menunggu mendapat kesempatan kerja yang lebih mapan, Jarwo yang sudah tidak ingin menggantungkan hidupnya pada orang tua lantas mencari pekerjaan apa saja. Sampai akhirnya ia diterima menjadi pelayan di sebuah warung tenda. Ia merasa tidak malu dengan pekerjaannya itu, meski kadang bertemu dengan konsumen yang bekas teman kuliah dan sudah sukses.
Sedikit demi sedikit, Jarwo menabung uang gaji yang diterimanya. Ia juga mempelajari resep yang ada di warung tersebut serta manajemen pengelolaannya.

Dua tahun sudah Jarwo bekerja sebagai pelayan di warung tenda. Ia merasa sudah memiliki tabungan yang cukup dan pengetahuan lebih untuk mendirikan warung sendiri. Ditambah bekal keilmuan yang didapatnya saat kuliah, Jarwo pun mewujudkan tekadnya. Dalam waktu singkat warung tendanya maju pesat, karena dikemas dengan selera konsumen di lingkungannya. Sampai kemudian Jarwo berhasil membeli sebidang tanah dan dijadikan sebagai warung permanen. Sekarang Jarwo sudah menjadi juragan dan tidak memikirkan lagi untuk menjadi pegawai kantoran. Begitupun dengan orang tuanya, yang merasa bangga atas perjuangan gigih putranya tersebut.

Hadits riwayat Abu Zar dan Al-Hakim mengatakan: “Sesungguhnya Ruhul Qudus membisikkan bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itulah kamu harus bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Jika datangnya rezeki itu terlambat maka jangan memburunya dengan bermaksiat karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan taat pada-Nya.” (*)

Read previous post:
TAHAN PERSIPURA 1-1 – Seto: PSS Punya Motivasi Kuat

JAYAPURA (MERAPI) - Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengungkapkan bahwa skuad asuhannya punya motivasi tersendiri untuk meraih hasil imbang 1-1

Close