Nasi Telah Menjadi Bubur

Spread the love

PERNIKAHAN Dirham dengan Rohana ternyata juga tidak berlangsung lama. Pembawaan Rohana yang keras dan selalu mau menang sendiri, rupanya bukannya tanpa sebab. Tanpa diketahui oleh Rohana sendiri, ia memiliki potensi darah tinggi. Ditambah lagi untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, sama sekali tak pernah dilakukannya.

“Aku tidak apa apa-apa Mas, cuma sedikit pusing,” begitu kata Rohana setiap kali Dirham membujuknya untuk ke dokter.

Rupanya sikap keras kepala Rohana itu berdampak fatal. Merasa mampu menahan rasa sakit, tapi di dalam sebenarnya sudah sangat rapuh. sampai akhirnya suatu harus Rohana jatuh di kamar mandi. Dalam kondisi tidak sadar itulah, baru Rohana bisa dibawa ke dokter.

Namun sepertinya semua sudah terlambat. Dokter memberitahu Dirham, istrinya kena stroke dan sudah terjadi pendarahan hingga ke otak. Hanya keajaiban yang bisa menyembuhkan Rohana dari sakitnya. Tensi darahnya terlalu tinggi, sehingga saat jatuh di kamar mandi ada pembuluh yang pecah.

Bagaimana pun ada penyesalan di hati Dirham. Meski dia sudah berusaha membujuk untuk kontrol ke dokter, tapi Rohana selalu saja menolak. “Jika dulu saya paksa untuk ke dokter, pasti tidak seperti ini kejadiannya,” sesal Dirham.

Nasi sudah menjadi bubur, tak ada gunanya menyesali yang sudah berlalu. Jika dokter saja sudah angkat tangan, maka yang bisa dilakukan Dirham adalah berdoa dan berdoa. “Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.
Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

Tapi rupanya Allah memberi jalan lain bagi Rohana. Setelah menahan derita selama dua bulan lebih, Rohana pun menghembuskan nafas terakhir. Dirham menerima kenyataan ini dengan ikhlas. Ia tak menggubris meski sempat mendengar bisik-bisik tetangga yang menyebut bahwa sakitnya Rohana diakibatkan perbuatannya sendiri yang sering berbuat semena-mena terhadap suaminya. “Saya sudah memaafkan istri saya, semoga ini menjadi jalan terbaik baginya,” batin Dirham. (Bersambung)

Read previous post:
Hidup Sebatang Kara

ADA perasaan bahagia bercampur dengan bangga di hati Sisar, karena anak angkatnya Rasti sudah berhasil lulus SMA. Dan bahkan dalam

Close