Lepas dari Mulut Buaya Masuk ke Mulut Harimau

RUMAH Dirham akhirnya kembali ramai, setelah bergabungnya Rohana bersama dua anaknya. Posisi Sisar benar-benar sudah digantikan oleh Rohana. Dirham pun bisa hidup normal seperti sedia kala, dan dengan cepat pula kisah kasihnya dengan Sisar dilupakan begitu saja.

Namun ibarat lepas dari terkaman buaya masuk mulut harimau. Karakter Rohana yang asli keluar setelah ia benar-benar tinggal serumah dengan Dirham,
Tak ada lagi kata-kata manis dan sebutan sayang. Rohana yang sewaktu bergaul di kantor terlihat lembut dan menyenangkan, tapi di rumah kondisinya berbeda sama sekali. Galaknya terhadap suami ternyata melebihi apa yang pernah dilakukan Sisar.

Main perintah dan membentak pada suami merupakan makanan sehari-hari bagi Dirham. Tapi bagaimana lagi, semua sudah terjadi dan harus dijalani. Ada rasa getun di hati Dirham, terutama saat dirinya tengah melamun sendirian, mengenang nasibnya yang seolah belum beruntung.

Pikiran Dirham makin pusing, ketika tiba-tiba suatu malam pengurus kampung yang dipimpin Pak RW datang ke rumah. Cukup kaget juga Dirham menerima kedatangan mereka, karena memang sesungguhnya ada satu hal yang sampai sekarang belum ia laksanakan. Yakni, keabsahan hubungannya dengan Rohana. Meski sudah tinggal satu rumah, Dirham memang belum mengurus masalah surat-surat untuk menikah.

Benar saja. Setelah berbasa-basi sebentar, kemudian Pak RW bicara ke pokok persoalan. Sebagai sesepuh kampung, Pak RW merasa berkewajiban untuk menanyakan legalitas hubungan Dirham dengan Rohana. Terlebih lagi sudah beberapa bulan mereka tinggal serumah, namun tidak ada laporan resmi ke pengurus kampung.

“Mas Dirham itu bagaimana sih, sebagai laki-laki kok tidak tanggung jawab. Rohana tahunya semua sudah beres. Kalau begini kan aku malu jadinya,” kata Rohana yang tidak sungkan-sungkan melepas kemarahan pada Dirham di depan banyak orang.

Dirham tak bisa berkutik dan merasa dipojokkan oleh Rohana. Pasalnya, yang mendesak untuk tinggal serumah sebenarnya juga Rohana. Waktu itu Rohana yang minta sementara legalitas pernikahan diurus belakangan saja, sambil mereka menyesuaikan diri.

“Pak Dirham, kalau seoperti ini bapak dan ibu Rohana namanya kumpul kebo, karena tinggal serumah tanpa ikatan perkawinan resmi. Karena itu, jika bapak ibu masih ingin tinggal di kampung ini, mohon segera untuk mengurus surat-suratnya. Kami beri waktu satu minggu semua sudah harus selesai,” kata Pak RW dengan tegas. (Bersambung

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Demi Cinta Apapun Dilakukan

IBARAT tumbu oleh tutup, klop sudah hubungan antara Dirham dengan Rohana. Pada saat bersamaan, rupanya kehidupan rumah tangga Rohana tengah

Close