Pengisi Kekosongan Hati

GAGAL mengajak pulang Sisar kembali ke rumah, ada rasa kecewa di hati Dirham. Tapi ia tak bisa berbuat banyak, karena ia tahu persis bagaimana watak istrinya itu jika sudah punya mau. Harus dan tak ada yang bisa menghalangi.

Namun ada rasa hampa saat Dirham sampai di rumah. Sepertinya ada sesuatu yang hilang, tidak seperti biasanya. Dipandanginya ruang tamu yang sepi. Tak ada suara apapun, kecuali beberapa kali kokok ayam milik tetangga sebelah.
Masih terpampang di dinding foto-foto keluarga. Wajah ceria Sisar dan Rasti yang biasanya menjadi pelipur lara, kini erubah karena dua perempuan terdekatnya itu seolah tersenyum sinis pada dirinya.

Diusapnya foto-foto itu, namun malah semakin membuat hati Dirham tergerus. Tak terasa air mata pun telah menetes hingga membasahi pipi. Baru kali ini Dirham benar-benar bisa menangis.

Tiba-tiba lamunan Dirham buyar oleh suara dering telepon. Dilihatnya ternyata Rohana, wanita yang oleh Sisar disebut sebagai penghancur rumah tangganya. Ada keraguan di hati Dirham, mau dijawab atau tidak. Akhirnya diputuskan untuk menjawab.

“Halo…” Kata Dirham dengan suara lemah.

“Mas Dirham, kok tidak semangat. Ada apa Mas,” terdengar suara di hape dengan nada manja.

“Iya Roh, baru banyak pikiran ini.”

“Mikirin Rohana ya. Kenapa sih harus dipikirin. Kan Rohana tidak kemana-mana.”

“Iya tapi sepertinya yang dipikirin kok nggak tahu ya,” kata Dirham mulai terpancing dengan suara manja yang belakangan ini memang sering mengisi kekosongan hatinya.

“Iihhh….siapa sih yang tidak tahu. Buktinya ini Rohana nelpon, tandanya itu kangen.”

Lewat pembicaraan manja di telepon itulah, Dirham bisa menghibur diri saat hubungannya dengan Sisdar tengah mengalami keretakan. Kini saat Sisar sudah memutuskan untuk pergi, suara itu kembali muncul. Dalam seketika, kegalauan Dirham pun lenyap.

“Setidaknya aku sudah mencoba untuk meminta Sisar kembali, tapi nyatanya dia tidak mau. Apa salah jika kemudian ada wanita yang datang dan mampu mengisi kehampaanku? Ah rasanya tidak. Mungkin Rohana memang cocok denganku,” kata Dirham pada dirinya sendiri. (Bersambung)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Mengapa Suporter Tewas ?

LAGA sepakbola kembali menelan korban jiwa. Seorang suporter, M Asasulloh Alkhoiri (20), warga Sribit Klaten tewas usai menonton pertandingan sepakbola

Close