Memergoki Ibu Sedang …

HARI itu para guru ada acara rapat menjelang kenaikan kelas. Karena itu, para siswa dipulangkan lebih awal. Banyak anak-anak yang tidak ingin pulang karena masih mau bermain-main di halaman sekolah atau ada juga yang menunggu jemputan orang tuanya.

Rasti sebenarnya juga belum ingin pulang, karena ia sudah membayangkan nanti di rumah pasti hanya akan disuruh suruh ibunya. Namun jika tetap di sekolah, Rasti juga tidak tahu harus melakukan apa, karena seolah-olah temannya tidak mau bermain dengan dirinya. Padahal itu hanya perasaan Rasti saja.

Akhirnya Rasti memutuskan untuk pulang saja. Seperti biasanya ia berjalan kaki, karena jarak sekolah dengan rumah memang tidak terlalu jauh.

Sampai di depan rumah Rasti ragu, karena pintu dan jendela tertutup rapat. Ia pikir ibunya sedang pergi dan rumah ditinggal kosong.

Rasti kemudian menuju ke pintu samping yang berhubungan dengan dapur. Siapa tahu pintu butulan itu tidak terkunci.

Betul saja, meski posisi tertutup tapi ternyata pintu bisa dibuka. Rasti pun masuk pelan-pelan menuju ke kamarnya. Namun sejenak dia menghentikan langkahnya. samar-samar telinganya mendengar suara mencurigakan dari arah kamar orang tuanya. Dengan setengah ragu-ragu Rasti mendekati kamar itu. Dilihatnya pintu tidak tertutup rapat. Maka pelan pelan dibukanya pintu.

“Ooohh….” spontan Rasti menjerit melihat pemandangan di dalam kamar.

Bagi anak seusia Rasti, dirinya dibuat bingung ketika melihat ibunya yang tak mengenakan sehelai benangpun tengah bergumul dengan laki-laki yang sudah dikenalnya dengan baik, Joni.

Lebih kaget tentunya Sisar dan Joni. Mereka tak menyangka Rasti akan pulang cepat, sehingga teledor pintu kamar tidak ditutup. Tapi semua sudah telanjur.

Dengan cepat Rasti berlari masuk ke kamarnya sendiri. Wajahnya pucat pasi akibat ketakutan yang luar biasa. Sudah bisa dipastikan ibunya akan marah besar dan dirinya dihajar habis-habisan.

Hal yang paling ditakutkan adalah hukuman direndam di bak mandi, karena kepalanya akan diblebek-blebeke di dalam air. Itu pernah dialami Rasti yang membuat dirinya trauma. Badan Rasti sampai menggigil membayangkan hukuman itu. (Bersambung)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Sita 889 Botol Ciu, Satpol PP Gencar Operasi Pekat Jelang Tahun Baru

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebanyak 889 botol minumas keras (miras) jenis ciu disita petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo

Close