Belum Tahu Persoalannya Sudah Marah-marah

MENDAPAT surat panggilan dari sekolah, Sisar merasa kaget. Dikiranya Rasti telah berbuat hal yang mencoreng nama baik keluarga. Tak ayal, Rasti pun menjadi sasaran kemarahan Sisar tanpa konfirmasi lebih dulu.

“Rasti, kamu sudah membuat masalah di sekolah ya?” tanya Sisar dengan suara keras.

Rasti yang hanya membawakan surat dari bu guru Tati tanpa mengetahui isinya, menjadi bingung dan ketakutan.

“Tidak Bunda,” jawab Rasti dengan wajah pucat.

“Ini buktiknya, Bunda dipanggil Bu Guru untuk menghadap. Kalau kamu tidak membuat masalah, mana mungkin Bunda dipanggil seperti ini,” kata Sisar sambil membanting surat dari Bu Tatik.

“Tapi Bunda…”

“Halah, tidak pakai tapi-tapian, pokoknya kamu harus mendapat hukuman. Cuci semua baju sampai selesai, nanti malam tidak ada jatah makan buatmu.”

Dirham yang baru pulang dari kantor dari luar rumah sudah mendengar suara istrinya yang membentak-bentak Rasti. Memang hal seperti itu sudah sering dia dengar, tapi yang sekarang sepertinya cukup serius.

“Ada apa ini, kok ribut-ribut sampai terdengar dari jalan,” kata Dirham.

“Ini lho Pak, Rasti bikin masalah lagi di sekolah,” jawab Sisar masih dengan nada emosi.

“Masalah apa sih, setahu bapak Rasti tidak pernah membuat masalah di sekolah.”

“Jangan dibela-belain ya anakmu. Sudah salah kok dibela, nanti tambah besar kepala. Tidak mungkin ada masalah sampai kita dipanggil guru untuk datang ke sekolah.”

“Coba Bapak lihat dulu surat panggilannya seperti apa.”

Sejenak Dirham mempelajari isi surat panggilan dari sekolah yang dibawa Rasti. Dirham pun menunjukkan wajah tersenyum.

“Kok malah senyum-senyum,” kata Sisar merasa tersinggung.

“Begini Bu, ini surat kita diminta hadir ke sekolah untuk konsultasi terkait dengan perkembangan pendidikan anak kita. Jadi belum tentu Rasti membuat masalah. Besok Ibu tetap datang saja ke sekolah, didengar dulu permasalahannya, barangkali memang pihak sekolah membutuhkan informasi dari kita demi perkembangan pendidikan Rasti,” jelas Dirham.

“Huh…konsultasi apa,” sungut Sisar yang masih merasa tidak terima mendapat surat panggian. (Bersambung)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DIVISI UTAMA PSSI BANTUL – Muntuk Jumpa Putratama di Final

BANTUL (MERAPI) - PS Muntuk akan berjumpa dengan Putratama pada partai final Divisi Utama Kompetisi Askab PSSI Bantul 2018. Pada

Close