Kesalahan Kecil Dibesar-besarkan

SEPERTI biasanya, pagi itu Rasti sudah sibuk mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, dari mencuci baju, mencuci piring dan bersih-bersih dalam rumah maupun halaman luar. Ini dilakukan setiap pagi sebelum ia berangkat sekolah. Padahal saat itu Rasti baru sekolah di kelas 4 sekolah dasar.

Beban berat itu dijalani Rasti kecil tanpa pernah mengeluh. Namun itu lebih disebabkan rasa takutnya pada Bu Sisar, yang tak segan-segan menghardik setiap kali ada kesalahan. Jangankan mengeluh, satu kesalahan kecil saja akan dibesar-besarkan dan pasti kena damprat.
Krompyaaanggg….Tiba-tiba terdengar suara piring pecah dari arah dapur.

“Rastiii……Apalagi yang pecah itu,” teriak Sisar dari dalam kamar.
“Maaf Bu, Rasti tidak sengaja, ada piring satu yang jatuh,” jawab Rasti dengan ketakutan.

“Kerja nggak becus. Sudah berapa piring kamu pecahkan,” lanjut Sisar yang terus nyerooco mengeluarkan sumpah serapah, yang sangat tidak enak didengar. Sekalipun kesalahan seperti itu jarang sekali dilakukan Rasti, namun seolah sudah terjadi berkali-kali, sehingga emosi Sisar tertumpah tak tertahankan.

Dirham yang mendengar ocehan istrinya dari dalam kamar mandi hanya bisa ngelus dhadha. Hampir setiap hari ia mendengar bentakan-bentakan seperti itu, namun Dirham merasa tak kuasa untuk menengahi. Setiap kali Dirham mengingatkan Sisar, maka dampaknya justru lebih parah lagi.

Kemarahan istrinya itu akan semakin menjadi dan tak jarang barang pecah belah jadi sasarannya, dilempar-lemparkan seperti orang kesurupan.
Karena itu, Dirham memilih diam setiap kali istrinya sedang meluapkan kemarahan. Bergegas ia menyelesaikan mandinya dan keluar untuk membantu  Rasti membersihkan pecahan piring.

Dirham merasa iba dengan Rasti, yang sering menjadi sasaran tumpahan kemarahan Sisar. Anak kecil itu tampak menahan tangis sambil memunguti pecahan gelas di lantai.

“Sudah Rasti, bapak saja yang membersihkan. Kamu selesaikan pekerjaanmu dan segera mandi. Biar nanti kamu tidak telat berangkat sekolah,” kata Dirham mencoba untuk menenangkan Rasti yang dari raut wajahnya kelihatan sangat ketakutan. (Bersambung)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Bupati Wakil Bupati Terpilih Karanganyar Siap-siap Pindahan Rumah Dinas

KARANGANYAR (MERAPI) - Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Karanganyar periode 2018-2023, Juliyatmono-Rober Christanto mulai bekerja di posisinya terhitung 15

Close