Ingin Punya Momongan

SEKALIPUN punya karakter yang buruk, namun Dirham tetap mencintai istrinya dengan sepenuh hati. Ia tak pernah mengeluh, karena merasa itu merupakan bagian dari tanggung jawab dirinya sebagai suami sekaligus kepala rumah tangga.

Namun demikian, ada satu hal yang membuat Dirham merasa risau. Sudah beberapa tahun usia pernikahannya dengan Sisar, namun belum juga ada tanda-tanda istrinya hamil. Setiap saat, ia berharap kabar gembira itu datang, karena banyak juga teman-temannya yang baru bisa mendapat momongan setelah lama menikah.

“Mas, sampai sekarang Sisar kok belum terlambat bulan ya,” kata Sisar suatu saat.

“Sabar saja Dik, yakinlah suatu saat Allah pasti akan memberi anugerah kepada kita. Hanya waktunya saja yang kita tidak tahu kapan itu akan datang,” jawab Dirham dengan sabar.

Berbagai upaya pun mereka lakukan, dari tindakan medis maupun nonmedis. Namun harapan itu tetap saja hanya harapan. Banyak saran dari berbagai pihak juga sudah dilakukan, namun hasilnya tetap nihil.

Ada satu saran yang akhirnya menjadi pemikiran Dirham maupun Sisar, yakni mengambil anak orang lain untuk diasuh atau diadopsi.

“Banyak orang bilang, kalau kita memungut anak angkat, akan membuat saya bisa hamil, Mas,” kata Sisar.

“Dari mana logikanya kok bisa begitu,” kata Dirham.

“Memang tidak masuk akal, tapi sudah banyak contohnya. Bu Erman tetangga kita itu, dulu juga mengangkat anak lebih dulu, sebelum akhirnya punya dua anak kandung,” beber Sisar.

Setelah dipikirkan lebih jauh lagi, Dirham dan Sisar pun sepakat untuk mengangkat seorang anak. Sekarang yang jadi masalah, anak itu diambil dari mana atau anak siapa?

“Bulik Joyo pernah bilang sama ibu, kalau dirinya merasa berat merawat anak-anaknya karena sudah terlalu banyak. Mungkin kita bisa minta untuk menyerahkan satu anaknya untuk kita rawat,” kata Sisar.

“Terserah Dik Sisar, kalau memang sudah mantap dan orang tuanya mengizinkan. Yang penting Dik Sisar harus sayang pada anak itu,” ujar Dirham.

“Ya pasti sayang to Mas, Sisar kan sudah lama pengin punya momongan.” (Bersambung)

Read previous post:
KARTUN 11 Desember 2018

Close