Tidak Bahagia Menyambut Hari Bahagia

SAMA sekali di luar pemikiran Dirham, jika orang tua Sisar akhirnya mendesak untuk segera dilangsungkan saja pernikahan mereka. Bagi Dirham memang tidak ada permasalahan. Usia sudah cukup dan pekerjaan juga sudah pasti. Hanya saja ia sebenarnya tidak nyaman dengan orang tuanya sendiri, karena merasa belum bisa memberi balas jasa dan kebahagiaan.

Jika sudah menikah, sudah pasti tanggung jawabnya beralih sepenuhnya kepada keluarganya sendiri. Yang artinya perhatian akan berkurang untuk ayah dan ibunya.

Belum lagi pertimbangan usia Sisar yang belum dewasa sekali, sehingga dikhawatirkan belum siap menjadi ibu rumah tangga. Dirham sebenarnya berharap Sisar setidaknya bisa lulus SMA lebih dulu.

Tapi akhirnya Dirham harus mengikuti kemauan pihak keluarga Sisar, yang tetap menghendaki pernikahan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Orang tua Dirham juga tidak bisa menolak, meski dalam hati kecil mereka agak menyayangkan calon menantunya masih tergolong anak-anak.

“Ini mungkin sudah menjadi jalan hidupmu Dirham. Jalani saja dengan iklhas. Bapak dan ibumu hanya bisa merestui saja, semoga yang terbaik nanti yang akan kamu temukan,” kata bapak Dirham dengan sareh.

Dirham merasa terharu dengan restu yang diberikan orang tuanya, meski ia tahu persis pasti tetap terbersit rasa kecewa. Dirham bisa melihat raut wajah bapak dan ibunya, yang tampak tidak sumringah, saat membicarakan rencana pernikahannya.

Hari-hari pun terasa berjalan dengan cepat, karena kesibukan yang harus dilakukan untuk persiapan upacara pernikahan. Sebagai pihak mempelai perempuan, kesibukan keluarga Pak Wiro lebih terasa. Bukan saja anggota keluarga, bahkan warga kampung pun ikut terlibat. Pak Wiro memang menghendaki acara pernikahan anak tunggalnya bisa berlangsung dengan meriah. Karena hanya sekali saja ia akan menggelar acara pernikahan, sehingga harus bisa memberikan kesan mendalam dan tidak mengecewakan.

Dua keluarga menyambut hari bahagia dengan kesan yang berbeda. Keluarga Pak Wiro dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Terlebih lagi dengan Sisar, yang sudah tidak sabar lagi menyandang predikat sebagai nyonya Dirham. Sementara keluarga Dirham menjalaninya dengan rasa yang biasa-biasa saja. (Bersambung)

Read previous post:
DIDANAI SEBESAR Rp 6 MILIAR – Talut Jalan ke Pantai Ngrenehan Longsor

WONOSARI (MERAPI) – Puluhan meter talut di ruas jalan Kepek, Saptosari menuju Pantai Ngobaran-Ngrenehan tepatnya di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari,

Close