Terpaksa Melamar

MERASA terpojok, akhirnya Dirham tak bisa berkutik. Secara halus, Pak Wiro rupanya memaksa Dirham untuk segera memastikan hubungannya dengan Sisar. Itu artinya, harus dilakukan langkah-langkah resmi antarkeluarga. Dengan kata lain, sebenarnya Pak Wiro berharap Dirham segera melmar putrinya, agar tidak ada lagi suara-suara sumbang dari para tetangga. Selain itu, Pak Wiro juga ingin pikirannya bisa lebih tenang, karena Sisar sudah ada calon yang pasti sekalipun si anak sendiri masih duduk di bangku kelas 2 SMA.

“Njih Bapak, segera Dirham bicarakan dengan bapak ibu di rumah soal hubungan kami. Nanti Dirham minta ibu dan bapak untuk silaturhami dan melamar Sisar,” kata Dirham.

“Itu lebih baik, sehingga tidak hanya anak saja yang berhubungan, namun orang tua semestinya bisa segera silaturahmi,” timpal Pak Wiro merasa lega.
Dirham pun segera mohon pamit, tanpa menemui Sisar. Keluar dari rumah Pak Wiro, hati Dirham masih diliputi oleh rasa tidak percaya dengan apa yang sudah dibicarakan. Ia tak menduga, ayah Sisar memaksa dirinya untuk segera melamar. Padahal itu masih jauh dari pikirannya. Dan ia sebenarnya juga masih tidak percaya, dari mulutnya tadi keluar kata-kata ‘melamar’. Semua itu dilakukannya lebih dikarenakan keterpaksaan, tidak merasa enak dengan Pak Wiro.

Dirham belum ingin berumah tangga, karena sebenarnya belum siap. Sekalipun sudah menjadi pegawai negeri, tapi hanya golongan rendah dan masih banyak tanggungan yang harus diselesaikan, karena ia merupakan anak laki-laki harapan keluarga. Selain itu Dirham menilai Sisar sesungguhnya masih kekanak-kanakan. Ia selama ini hanya mencoba untuk melakukan pendekatan lebih dulu, karena dalam hati kecilnya belum sreg dengan karakter yang dimiliki Sisar.

Sebaliknya dengan Sisar. Setelah Dirham pulang, hatinya serasa di awang-awang. Ia memang sangat menginginkan Dirham bisa menjadi suaminya. Sejak mengenal laki-laki bertubuh atletis itu, ia menjadi tidak fokus dengan pelajaran di sekolah. Yang dipikirkannya setiap saat hanya Dirham dan Dirham. Sekarang ia mendengar sendiri, laki-laki pujaannya itu akan melamar dirinya.

Direbahkannya dirinya di atas kasur. “Ooooh …. Mas Dirham. Akhirnya engkau akan melamar juga. Aku sudah tidak sabar lagi,” kata Sisar sambil senyum-senyum dan memeluk guling dengan erat. (Bersambung)

Read previous post:
Malam Ini Via Valen dan Nella Kharisma di Konser Spektakuler Karanganyar

KARANGANYAR (MERAPI) - Dua penyanyi dangdut koplo asal Jawa Timur, Nella Kharisma dan Via Valen bakal menunjukkan aksi sepanggungnya di

Close