Kekhawatiran Orangtua

HUBUNGAN Sisar dengan Dirham yang semakin akrab, tidak luput dari pengawasan kedua orang tua mereka. Rasa was-was menyelimuti perasaan ayah Sisar, Pak Wiro (nama samaran), mengingat anak kesayangannya itu mulai menunjukkan perilaku dewasa lebih cepat dari usianya.

Dari sikapnya, Pak Wiro tahu kalau Sisar sedang dirundung kasmaran. Dan Pak Wiro tahu pula, bagaimana perilaku anaknya itu jika sudah punya mau. Tak ada yang bisa menahannya. Pokoknya harus.

Untuk urusan materi, mungkin Pak Wiro masih bisa mencukupi apa yang diinginkan putrinya. Namun untuk urusan perasaan yang terkait dengan masalah percintaan, maka Pak Wiro sungguh amat sangat khawatir.

Khawatir akan terjadi hal-hal yang tak dikehendaki pada diri Sisar. Dan jika itu menjadi kenyataan, maka tak tahu bagaimana ia harus menutup malu pada para tetangga. Selama ini keluarganya termasuk terpandang di lingkungan masyarakat. Betapa sulitnya menjaga status itu di tengah masyarakat yang cukup kritis. Sekecil apapun yang terjadi di keluarga, maka dalam sekejap akan menjadi bahan pergunjingan dari mulut ke mulut.

Pak Wiro tidak ingin keluarganya menjadi bahan cibiran sebagaimana dialami keluarga Guno (bukan nama sebenarnya). Tetangganya itu sampai harus dirawat di rumah sakit karena stres berat, tak kuat menanggung malu setelah anak gadisnya ketahuan hamil di luar nikah.

Warga yang masih tergolong di daerah pedesaan itu dibuat geger, setelah muncul kabar putri Pak Guno mengandung. Padahal anak tersebut, Tutik (nama samaran) masih sekolah di SMA. Keluarga pun makin pusing, karena tidak ada laki-laki yang bisa dimintai pertanggungjawaban.

“Tik, siapa laki-laki yang telah melakukan?” tanya Pak Guno.

Tidak ada jawaban dari mulut Tutik, namun hanya tangis sesenggukan yang ada. Rupanya Tutik menjadi korban pergaulan bebas di kalangan anak remaja. Saat kejadian muncul, maka seluruh keluarga pun terkena getahnya. Tetangga tak luput ikut menggunjing, sehingga memperparah situasi. Sampai akhirnya Pak Guno jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Pak Wiro tak ingin peristiwa memalukan itu menimpa keluarganya. Sebelum hal itu terjadi, Pak Wiro senantiasa memutar otak, memikirkan apa yang harus dilakukan terhadap Sisar. “Mungkinkah harus kunikahkan secepat mungkin?” kata Pak Wiro dalam hati. (Bersambung)

Read previous post:
Sifat Wajib Nabi

SEBAGAI manusia pilihan (al-mushthafa), pada diri Rasulullah Muhammad SAW terdapat sifat-sifat utama yang menjadi contoh terbaik bagi kehidupan orang-orang beriman,

Close