Tiba-tiba Datang Melamar

NAMA jamu jeng Tinuk semakin dikenal dimana-mana. Pelangganya datang dari berbagai kalangan. Dari para ibu rumah tangga, bapak-bapak yang bekerja di kantoran, namun kebanyakan para pekerja bangunan yang membutuhkan stamina tambahan untuk bekerja.
Ada satu pelanggan yang memiliki perhatian khusus pada Tinuk. Ia adalah Warno (bukan nama sebenarnya) mandor yang sedang menggarap sebuah proyek di dekat kampung tempat tinggal Tinuk. Warno tak pernah absen membeli jamu jeng Tinuk. Bahkan kadang-kadang para pekerja yang tidak membeli, dibayari Warno agar jamu jeng Tinuk laris.

Setiap kali mampir di tempat Warno, Tinuk diajaknya ngobrol panjang lebar hingga berlama-lama. Sudah menjadi rahasia umum, kalau Warno sedang berupaya untuk mendekati Tinuk. Hal itu disadari pula oleh Tinuk, yang dalam hati sebenarnya juga menyambut gembira pancingan Warno.

“Bapakmu dulu seorang pemborong terkenal, jadi tidak ada salahnya kalau kamu punya istri yang bekerja di proyek,” kata Warno setengah bercanda.

“Masak pak mandor mau dengan seorang penjual jamu,” sambut Tinuk dengan nada manja.

“Jelas mau to, lha wong bakule jamu ayu dan molek gitu kok,” sahut teman Warno yang disambut gelak tawa orang-orang di sekitar.

Sampai akhirnya suatu hari Warno tiba-tiba berkunjung ke rumah Bu Barjo. Tinuk kaget karena sebelumnya Warno tidak pernah ngomong jika mau datang ke rumah. Tapi hatinya jadi berbunga-bunga.

“Aku datang tidak mencarimu Tinuk,” kata Warno yang membuat Tinuk terperangah. “Tapi pengin ketemu ibumu.”

Tinuk tambah kaget. “Apakah Pak Warno ada hubungan dengan ibu?” tanya Tinuk dalam hati.

Usia Warno memang sudah tergolong berumur, tidak jauh beda dengan usia almarhum Pak Barjo. Namun penampilannya seperti anak muda. Sementara Bu Barjo karena faktor ekonomi membuat penampilannya tampak jauh lebih tua dari usianya. “Ah tidak mungkin Pak Warno mau sama ibu,” kata Tinuk lagi dalam hati.

Dengan malas-malasan, Tinuk pun memanggil ibunya. Dan benar, memang antara Warno dan Bu Barjo belum saling kenal. Setelah berbasa-basi sebentar, Warno pun menyampaikan maksud kadatangannya, yang membuat Tinuk hampir pingsan mendengarnya.

“Mohon maaf sebelumnya, bahwa maksud kedatangan saya tak lain tak bukan ingin meminang putri ibu, jeng Tinuk. Mohon ibu merestui jeng Tinuk untuk menjadi istri saya,” kata warno. (Bersambung)

Read previous post:
Kompetisi Bantul Diputar Hari Ini

  BANTUL (MERAPI) - Setelah melakukan serangkaian persiapan, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bantul siap memutar kompetisi mulai Selasa (2/10) sore.

Close