PARA PENUNGGU PERPUSTAKAAN (3-HABIS) – Gambar Sketsa Ronggeng Tengah Menari

GEMETAR, Hari merambat meja di sampingnya. Karena ketakutan hingga menjatuhkan tumpukkan buku. Sebuah buku terlihat terjatuh dengan posisi terbuka, menampakkan gambar sketsa ronggeng yang tengah menari. Telinga Hari mendadak diselimuti suara perempuan sinden, nadanya begitu halus dan semakin mencekam. Lampu padam ditemani alunan gamelan tak luput di dengarnya, di tengah ruang baca bayangan penari muncul. Asap hitam legam membentuk lekuk tubuh lengkap dengan pakaian kusam dan mengenakan topeng.

Wahid mendadak meletakkan gelas dan berjalan perlahan melewati Hari yang membeku ketakutan untuk mendekati penari. Begitu pula dengan sosok bu Pur dan petugas lain, mereka bertiga bertepuk tangan pelan sangat. Ketiga sosok itu lantas berdiri mengitari penari seperti tengah melihat pertunjukan.

Tubuh Hari kian terguncang, tidak dapat bergerak menyaksikan kejadian tersebut. Petir menyambar dengan kencang. Berkali-kali dan semakin riuh, dari belakang pundak Hari di tepuk oleh seorang satpam. Hari sontak kaget dan berteriak dengan lantang.
Haahrg! Haarhg!
“Pak! Pak! Pak Hari tidak apa-apa kan?” Satpam bergegas menenangkan Hari yang panik.

Hari tersadar bahwa satpam itu benar-benar manusia. Dirinya langsung membalikkan badan untuk melihat ruang tengah. Namun sosok-sosok itu, penari itu, hingga suara-suara sinden itu sirna. Dirinya menarik lengan satpam untuk meninggalkan ruangan, satpam bingung kepayang melihat tingkah Hari seperti keranjingan.

Satpam mengajak Hari keluar. Melewati dispenser sebelum pintu keluar, Hari menatap bahwa masih terdapat gelas yang basah. Di benaknya semua itu bukan khayalan, akhirnya dirinya keluar dari perpustakaan, tetapi dari petak jendela luar samar-samar terlihat bayangan bergerak seperti tengah menari dan wajahnya pun kembali ketakutan.

Mata satpam yang menemani Hari turut ditarik oleh jendela baris akhir. Terpampang sosok ketiga pustakawan rapi berbaris memandangi hujan. Namun wajah mereka diselimuti oleh topeng penari. Merasa tidak yakin, dibilas matanya dengan jemari, sosok-sosok itu telah meruap bersamaan dengan jatuhnya waktu. (Ichsan Nuansa)

Read previous post:
Lawan Gatal-gatal Dengan Bekicot

MAYORITAS warga sudah mengenal satwa jenis bekicot. Satwa ini sering ditemukan di semak belukar ataupun senang menempel pada aneka tanaman

Close