MISTERI MAKAM KERAMAT YANG MENYESATKAN (1) – Istri Hilang Jadi Buah Bibir Tetangga

SUDAH sejak tadi Jono berlari tanpa tujuan. Laki-laki paruh baya dengan tubuh penuh tato rupanya mulai kelelahan. Keringatnya membasahi sekujur tubuh. Kakinya tak mampu lagi berlari. Pandangannya mulai kabur. Nampak Marni di pelupuk matanya. Ia pun mengumpulkan sisa tenaga untuk menghampiri Marni. Kenangan bersama Marni.

Hari mulai gelap suara adzan Magrib mulai berkumandang langkahnya pun tiba-tiba terhenti. Tepat di hadapannya terdapat makam tua yang begitu besar. Pintu masuk makam dikelilingi beteng yang menjulang tinggi. Tanpa pikir panjang ia pun bersembunyi di dalam makam. Tak ada rasa takut dan khawatir, yang ia pikirkan hanyalah Marni.

“Kemana larinya maling itu” tanya salah seorang di antara mereka.
“Sepertinya ia masuk ke makam.”
“Kalau sudah begini sebaiknya kita pulang” ucap Pak Sumitro.
“Betul sekali surup-surup begini bahaya masuk makam.”

Jono bisa bernapas lega penduduk kampung melepaskannya begitu saja. Ia terkapar di atas makam. Sejak tadi pagi Jono belum makan. Sebetulnya Jono sudah terbiasa menahan lapar hanya saja ia tak kuasa menahan kesedihannya. Marni yang sudah seminggu menghilang, hingga kini tak nampak batang hidungnya.

Jono tidak pernah percaya rumor yang beredar tentang Marni. Ia tetap pada keyakinannya bahwa Marni pergi karena tak lagi mencintainya. Marni pergi ke suatu tempat dimana ia bisa melupakan Jono, itu yang ada dipikirannya selama ini. Sudah seminggu Marni menjadi buah bibir di desa perihal kepergiannya secara misterius.

“Aku weruh bojomu mlebu nang kuburan keramat.”
“Parijan karo Slamet wes golei Marni tapi ra ketemu.”
“Jon koyone bojomu digondol demit.”
“Ben wae mbah.”
Kurang lebih seperti itu percakapan dengan orang kampung. Jono pun hanya tersenyum mendengar ucapan mereka. (Iis Suwartini UAD)

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Prajurit Yonif 403/WP bersihkan mushola
BERLOMBA TINGKATKAN KEIMANAN Satgas Pamtas Yonif 403/WP Laksanakan Perbaikan dan Pemeliharaan Musholah di Perbatasan RI-PNG

SALAH satu upaya memelihara keimanan dan ketakwaan umat muslim di bulan suci Ramadhan, Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Pos Kout

Close