PENUNGGANG BAHU (1) – Bahunya Makin Berat, Tulang Seperti Ditusuk

KANTOR semakin senja setelah siang bermandikan gelisah hujan. Ruslan lelah duduk seharian di kursi yang teramat nyaman, setiap pekerjaan selalu diselesaikan. Tidak ada gelisah di pertengahan bulan, gajinya bahkan belum separuh dipergunakan.
Namun kala itu Ruslan terlihat sayu, dengan rasa lemas lekas ditata meja hingga rapi.

Bahu kirinya semakin berat dan membuat tulangnya terasa ditusuk oleh benda runcing.
Dua orang satpam yakni Sunar dan Kusnul melihat Ruslan keluar gerbang kantor dengan sebuah mobil, “lembur lagi pak Ruslan?” dirinya hanya mengangguk lantas memberikan jatah makan siang dan kudapannya lalu berpamit pulang.

“Wah, wah! Benar-benar pekerja keras, kasihan pak Ruslan setiap hari lembur. Yang lain sudah pulang, e… beliaunya masih aktif.” Ujar Kusnul.
Mendengar rekannya berkata demikian Sunar kembali duduk dan menatap kepergian Ruslan dari bilik jendela pos keamanan dengan cukup serius. Penasaran dengan tatapan temannya, Kusnul bertanya.
“Ada apa to mas Sunar? Kok serius?”

“Eh? Ga papa, saya hanya mbatin. Kamu dengar suara tidak tadi?”
“Lah suara? Mbatin? Maksudnya Mas?” kembali Kusnul penasaran.
“Kayak suara perut bunyi. Ealah ya wajar, kamu itu baru ditempatkan. Saya itu lebih dulu kerja di sini dari pak Ruslan. Karirnya bagus, bahkan di usianya yang begitu muda sudah bisa di posisi direksi.”

“Udahlah Mas, itu bunyi perut saya! Dan maaf lho kan rezeki sudah ada sendiri-sendiri. Ini pak Ruslan ngasih makanannya lagi, ayo Mas kita santap bareng-bareng.”

Perjalanan Ruslan ke rumah hampir tiba, dirinya yang separuh terkantuk-kantuk semakin lunglai. Sejak pagi hanya air putih yang ditelan, tidak ada kudapan yang menarik lidahnya di kantor. Tetapi mendadak matanya terbelalak dengan aroma warteg di bibir jalan.
Menepilah dirinya dan segera membungkus sajian yang menarik lidah tersebut. (Ichsan Nuansa)

Read previous post:
Kendaraan Luar Kota Diperiksa

TEMANGGUNG (MERAPI) - Kepolisian Resort Temanggung dan Pemkab setempat lakukan penyekatan di sejumlah jalan pintu masuk di kabupaten tersebut. Pelintas

Close