SAKABHUMI ADA NAMUN TAK TERLIHAT (1) – Mampir di Warung Kopi Perbatasan Kota

SELESAI salat Subuh Anajani menyiapkan sarapan untuk suaminya, Abimanyu. Hari ini ia memasak makanan kesukaan suaminya, sayur asem dan ikan teri. Mereka makan bersama sebelum Abimanyu berangkat kerja. Ia bekerja sebagai pengantar barang di salah satu perusahaan pertambangan yang ada di kotanya.
“Sayang, hari ini aku pulang malam ya.”
“Memangnya pengantaran barang hari ini jauh?”
“Iya jauh, aku juga belum pernah kesana.”

Sehari sebelumnya, Abimanyu diminta untuk mengantarkan barang ke sebuah kota yang bernama Sakabhumi. Sebenarnya Abimanyu ingin menolak perintah bosnya, tetapi ia tidak memiliki keberanian. Ia belum pernah mendengar nama kota itu sebelumnya, baginya
Sakabhumi adalah nama yang asing.
“Mungkin karena aku pendatang, jadi merasa asing dengan kota itu.” ucap Abimanyu dalam hati.
Mau tidak mau, Abimanyu harus menerima tawaran pekerjaan tersebut.

Sebelum menuju kota Sakabhumi, ia mendatangi kantornya terlebih dahulu untuk mengambil barang yang akan ia antar. Biasanya ia ditemani Jordi, tetapi hari ini ia tidak masuk kerja karena istrinya sedang sakit.
“Barang ini harus sampai di sana jam 3, jangan sampai telat.” ucap si Bos.
“Siap Bos.” jawab Abimanyu.

Abimanyu memastikan alamatnya terlebih dahulu, sebelum berangkatt menuju Sakabhumi. Ia menelpon nomor yang tertera pada nota. Ia mengobrol dengan si pemesan mengenai arah jalan menuju Sakabhumi.
Saat tiba diperbatasan kota, Abimanyu mengalami keraguan dalam memilih jalan. Ia bingung harus belok ke arah kanan atau kiri. Setelah berpikir lumayan lama, Abimanyu memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu di warung kopi yang berada tidak jauh dari
perbatasan kota.

Ia menanyakan kepada pemilik warung mengenai kota Sakabhumi.
“Bang, kau tahu jalan menuju Sakabhumi?”
“Sakabhumi?”
Pemilik warung terkejut setelah mendengar kata Sakabhumi. (Anis Surya Trisanti UAD)

Read previous post:
“Gogon” Ari Hermawan Berlabuh di PSG

PATI (MERAPI) - Mantan striker PSMS Medan, Ari Hermawan (24), kini berlabuh di PSG (Putra Safin Group) Pati. Pemain kelahiran

Close