BANGUN DARI KUBUR (5-HABIS) – Kusir Kereta Berjodoh dengan Gadis Bule

KEMBALINYA Janet tentu membuat tuan Jansen teramat bahagia, apalagi sebelumnya sudah pasrah kalau putrinya sudah meninggal hingga sampai dikuburkan dan sebelumnya tak pernah tahu kalau sakitnya Janet karna ulah Royyen mengapa begitu mudahnya percaya hanya karna kehilangan perhiasan lalu sakit berkepanjangan. Ia juga mengiakan saat Royyen mengatakan Sarmin pencuri perhiasan milik Janet, dan tanpa pikir panjang ia langsung memecatnya sebamgai kusir kereta. Dan kini Janet datang bersama Sarmin yang katanya telah membangunkan dari lubang kubur.

“Papi kalau Sarmin tak membongkar makam, mungkin Janet tak pernah kembali untuk selamanya” ucap Janet di hadapan ayahnya yang berada di ruang tamu bersama para kerabat termasuk Sarmin yang juga duduk di ruang tamu.
Mendengar ucapan putrinya tiba-tiba tuan Jansen menangis tersedu sedu lalu bangkit berdiri menghampiri Sarmin lalu memeluknya erat. “Kalau kau tak membongkar makam anakku ia benar-benar mati.”

Tuan Jansen lalu ganti memeluk Janet. “Maafkan papi anakku, papi memang bodoh dan ceroboh seperti membunuh anak sendiri.” isak tuan Jansen.
Sarmin lalu menceritakan maksud tujuannya membongkar makam Janet. Ia bercerita blak-blakan dirinya merasa sakit hati setelah dipecat dari pekerjaannya sebagai kusir ia menjadi pengangguran yang tak punya apa-apa. Ia juga mendendam karena dicari-cari akan ditembak mati gara-gara dituduh mencuri perhiasan, perbuatan yang sama sekali tak pernah ia lakukan. Begitu mendengar Janet meninggal dan dimakamkan dengan membawa banyak perhiasan, dalam pikiran yang kalut muncul niat jahat untuk mencuri di makam Janet, niat itu ia lakukan yang akhirnya membangunkan Janet dari mati suri.

Seperti tak masuk akal tapi itulah kenyataannya. Tuan Jansen dan Janet sendiri seperti berutang nyawa pada Sarmin. Andai Sarmin tak membongkar makam entah apajadinya. Kalau Tuhan belum menentukan kematian seseorang dan Tuhan berkehendak semuanya bisa terjadi yang diluar nalar kita.

Karena diliputi rasa suka cita yang luar biasa tuan Jansen dengan mantap menjodohkan putrinya dengan Sarmin sang kusir kereta dan Janet yang selama ini sudah merasa dekat dengan Sarmin menyambutnya dengan suka cita pula. Akhirnya Sarmin pemuda pribumi dari rakyat biasa yang menjadi kusir kereta milik tuan Jansen berjodoh dengan Janet putri majikanya seorang gadis bule keturunan Eropa anak pemilik perkebunan. (Siswanto)

Read previous post:
Belum Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Giwangan

Close