BANGUN DARI KUBUR (2) – Setelah Lama Sakit Janet Dianggap Mati

SEMENJAK kehilangan perhiasan kesayangannya hilang, Janet menjadi uring uringan. Kalumg emas bermata intan berlian yang selama mejadi kebanggannya dan mengundang kekaguman banyak orang bila dikenakan dalam pesta tak ada lagi hilang entah kemana, yang katanya dicuri oleh Sarmin.

Janet sendiri tak yakin kalau kusir kereta itu mencurinya karena tak pernah ada yang berani memasuki kamar pribadinya apalagi pembantunya seorang warga pribumi seperti Sarmin. Tuduhan mencuri dilontarkan Van Royen orang keperyaan ayahnya tuan Jansen.

Mungkin merasa sangat kehilangan yang berlebihan dengan perhiasan kesayangannya Janet tiba-tiba jatuh sakit badanya kian hari kian lemah.
“Janet kamu harus sehat! nanti papi akan belikan lagi perhiasan yang lebih indah langsung dari Paris”? Tuan Jansen membujuknya berulang kali.

Namun kondisi tak kunjung membaik. Walaupun dokter-dokter kepercayaannya berulang kali mengobatinya. Tentu saja membuat tuan Jansen teramat sedih.

‘Royyen cari si Sarmin kalau dia memang pencuri perhiasan Janet suruh kembalikan kalau tidak akan ditembak mati,” tuan Jansen memerintahkan Van Royyen untuk mencarinya. Dengan memgajak beberrapa centeng anak buahnya bersemangat mencarinya.

armin yang tahu dirinya sedang dicari-cari menyembunyikan diri di suatu tempat dengan dendam yang bertambah.
Sedang Janet yang tak juga membaik suatu hari tiba-tiba pingsan tak sadarkan bahkan ketika dokter didatangkan untuk memeriksanya seperti tak denyut kehidupan pada tubuhnya dokterpun memvonis kalau Janet telah mati.

Duka mendalam dirasakan tuan Jansen putri kesayangan satu-satunya pergi untuk selamamya, padahal ia sudah membelikan lagi perhiasan terindah dan termahal untuk putrinya.
“Semua ini gara-gara si Sarmin,” tuan Jansen menggeram kesal sepertinya menganggap kematian Janet karna ulah sikusir kereta itu mencuri perhiasan kesayangannya Janet jatuh sakit lalu meninggal.

Sebelum disemayamkan jasad Janet didandani dengan gaun pesta serta perhiasan yang baru lionti bertatakan intan berlian kemudian dimasukkan peti mati. Tuan Jansen tak ingin terus berlarut dalam kesedihan ia mengantarkan putrinya ke peristirahatan yang terakhir. (Siswanto Pakujati)

Read previous post:
Tergiur Bisnis Emas Batangan, Pensiunan Tertipu Rp 785 Juta

Close