SILUMAN LINTAH RAWA KADUNG (5-HABIS) – Mati Dalam Keadaan Tubuh Mengering

KEMATIAN sang supir yang jasadnya terapung dikolam masih dianggap musibah biasa oleh warga sekitar tempat tinggal Darman dan keluarganya tetapi oleh Parwani kematian supirnya yang ganteng sebagai syarat tumbal kekayaanya ia juga tahu sopir kesayangannya itu memergoki dirinya menyusui lintah siluman, walau sebenarnya emam dengan si supir tapi apa boleh buat ia masih bisa mencari sopir lain sebagai gantinya.

Tak selamanya perbuatan sesat bisa tertutup, kala itu seorang warga yang berjalan malam-malam dijalan setapak tak jauh dari kolam mendengar suara jeritan mengaduh seorang perempuan, karna penasaran ia mendekati asal suara itu betapa terkejutnya dan beristigfar yang dilihatnya wanita pemilik kolam yang kaya raya tengah menyusui bukan bayi disusuinya tapi lintah sebesar bayi . Wanita tampak mengaduh menahan sakit, warga itu langsung paham juragan ikan itu pelaku pesugihan siluman lintah wanita sedang menyusui tapi bukan susu yang dihisapnya tapi darah dalam tubuhnya.

Akhirnya cerita berkembang di masyarakat Parwani juragan ikan yang kaya dan suaminya yang lumpuh ternyata pelaku pesugihan siluman lintah. Keadaan berikutnya menjadi bukti Parwani yang sebelumnya tampak cantik kini tubuhnya semakin hari semakin kurus dan wajah terlihat jauh berubah semakin pucat . Orang pun langsung menghubungkan dengan lintah yang disusuinya yang mau tidak mau harus dijalankan yang jelas bukan susu yang dihisap tapi darah karna binatang lintah yang normal pun sebagai binatang penghisap darah.

Seiring berjalannya waktu Parwani yang tubuhnya kian hari kian kurus tak berdaya menghadapi kenyataan walau berbagai upaya dengan obat dan makanan bervitamin tapi sia sia makin lama darah tersedot habis, wanita yang sebelumnya hidup miskin lalu tergoda memilih jalan sesat hidup dalam gelimang kekayaan pada akhirnya menjalani akhir tragis mati mengering dengan raga tinggal kulit pembungkus tulang. Darman pun menyalahkan dirinya sendiri karna ia juga ikut menikmati kekayaan itu walau sebelumnya tak tahu kalau sang istri melakukan pesugihan. Ia memutuskan kembali ke desa asalnya bersama dua orang anak yang sudah menjelang dewasa. (Siswanto)

Read previous post:
RADEN KATONG PENDIRI KABUPATEN PONOROGO (5-HABIS) – Istri-istrinya Dipesan untuk Tidak Menikah Lagi

Batu gilang berfungsi sebagai prasasti 'Penobatan' yang dianggap suci. Atas dasar bukti peninggalan benda-benda pubakala tersebut dengan menggunakan referensi Handbook

Close