POCONG KEMBAR TIGA (3-HABIS) – Kena Amukan Massa Ikut Terbakar

PENONTON wayang yang lewat itu ada yang mengambil batu dan dilempatkan pada pocong pocong tersebut. Kemudian disusul penonton-penonton lain juga melempari pocong itu.
Bahkan ada penonton wanita yang membawa obor blarak (daun kelapa) dilemparkan pada pocong, kebetulan yang dilempar itu Surata maka kain kapan yang dipakai itu lalu terbakar.

Karena kesakitan Surata dan Dariya sebagai pocong gadungan berteriak : “Tulong tulong jangan dilempar saya Dariya manusia bukan pocong” Kemudian pocong yang sebenarnya dilempar batu tetapi batu itu setelah dekat dengan tubuh pocong jatuh tidak mengenai tubunya. Begitu pula waktu dilempar obor ternyata obor itu lalu padam.

Akhirnya pocong itu meloncat hinggap di pohon serut kemudian menghilang. Orang-orang melihat pocong itu menghilang beteriak : “Poconge ngilang poconge ngilang”.

Mendengar teriakan Dariya orang-orang lalu mendekat pada pocong gadungan yaitu Dariya dan Surata. Mereka menolongnya mengangkat dari dalam selokan. Surata yang pakaian pocongnya terbakar oleh orang-orang yang menolongnya dibuka (dilepas). Tarna (nama samaran) teman akrab Dariya melihat Dariya dikerumuni banyak orang lalu berteriak: “Dariya Dariya ngapain kamu jadi pocong”. Dariya dian saja karena menahan sakit dan malu.

Setelah keluarga Dariya dan Surata datang maka Dariya dan Surata dibawa kerumah sakit. Surata badannya melepuh karena kena api yaitu obor blarak. Sedangkan Dariya kepalanya benjut karena kena lemparan batu, kakinya keluar darah karena terantuk batu batuan dan tersangkut duri. Setelah mendapat pengobatan Surata dan Dariya diperkenankan pulang dari rumah sakit.

Kejadian itu merupakan peringatan bagi kita janganlah bertindak yang aneh aneh meskipun itu hanya iseng karena bisa membawa akibat yang kurang baik bagi kita. Demikian juga pocong yang sebenarnya mungkin tidak rela disaingi oleh Surata dan Dariya maka ia keluar menakuti Dariya dan Surata juga banyak orang. Semua itu merupakan kejadian puluhan tahun yang lalu namun sampai sekarang masih menjadi pergunjingan banyak orang.
Memang di jaman modern ini masih banyak orang yang ingin mengetahui kejadian kejadian yang bersifat mistis. (Drs. Subagya)

Read previous post:
Chris Noel Peraih Rekor MURI Direkrut Indonesia Records

JAKARTA (MERAPI) - Chris Noel, remaja kelahiran Jakarta 26 Januari 2006 tak sekadar memiliki wajah yang tampan. Berbagai prestasi telah

Close