RADEN GATOKACA MENGAJAK KE DIRGANTARA (1) – Petruk Menginjak-injak Nisan di Makam

MUSIM kemarau tiba. Bagi anak- anak dan remaja pedesaan, musim kemarau identik dengan layang- layang. Lapangan Soragan yang tidak begitu luas, menjadi jujugan untuk menerbangkan layang- layang. Dengan bangga Prayit atau Petruk, nama parabannya, menenteng layang- layang ukuran besar buatan Pakdenya. Layang- layang setinggi sembilanpuluh sentimeter itu digambari tokoh wayang Raden Gatotkaca.

Melihat lapangan Soragan sudah banyak orang menaikkan layang- layang, Petruk memilih lokasi lain yang lebih sepi. Dia pun masuk ke makam desa yang letaknya di sebelah utara lapangan Soragan.
Petruk tidak ingin terganggu dengan layang- layang lain. Layangan miliknya memang bukan untuk ‘sangkutan’ atau diadu. Maka dia memilih makam desa untuk menaikkan layang- layangnya.

“Yihuuu… indah sekali layanganku”, gumam Petruk dalam hati. Asyik sekali remaja usia limabelas tahun itu memainkan layang- layangnya. Sampai tidak tahu jika Parjo, Kakaknya, datang mencarinya. Parjo mendatangi adiknya bukan karena ingin bermain layang- layang. Tetapi ingin menitipkan kunci rumah.
“Truk, aku sama Bapak dan Ibu mau pergi tilik Bude Lilik di rumah sakit. Rumah kosong.

Ini kuncinya jika nanti kamu mau masuk rumah”, ujar Parjo sembari menyerahkan seombyok kunci.
Melihat ulah adiknya yang menerbangkan layang- layang di makam desa, Parjo kurang berkenan. Dengan seenaknya Petruk menginjak- injak nisan di makam tersebut. Bahkan sesekali berdiri di atas nisan Mbah Kromodongso, leluhur desa yang sangat dihormati warga.

“Jangan ngawur kamu, Truk. Kuwalat. Bisa terjadi apa- apa atas dirimu”, ujar Parjo sambil mengelus dada.
Namun ujaran itu hanya dianggap sebagai angin lalu. Masuk ke telinga kiri, keluar telinga kanan. Perhatian Prayit atau Petruk lebih focus ke layang- layangnya yang bergambar Raden Gatotkaca.
Dalam benaknya seakan- akan ksatria Pandawa itu sedang terbang dan menari di angkasa raya.  -Nama samaran (Andreas Seta RD)

Read previous post:
Jamur Kancing Sumber Antioksidan

ANEKA jenis tanaman berkhasiat obat mampu tumbuh baik di Indonesia. Pemanfaatan secara tunggal maupun dikombinasi bahan-bahan lain diyakini dapat membantu

Close