Mie Kuning Berubah Menjadi Puluhan Cacing

BANYAK yang mengatakan, jika sesobek kain lusuh yang ditemukan oleh Dulah, itu adalah popok wewe. “Jika dikerudungkan di kepalamu , kamu bisa menghilang, Dul”, ujar beberapa orang. Namun Dulah tidak percaya akan hal itu.

“Silakan kalau kamu ingin mencoba”, Dulah menawarkan kepada Juman, sobat akrabnya. Dasar Juman punya tabiat kurang terpuji. Ditawari seperti itu dia senang sekali dan ingin mencoba.

Dengan berkerudung popok wewe, Juman mendatangi warung Mbok Sido. Ternyata benar. Orang- orang yang berkerumun di warung Mbok Sido, termasuk Mbok Sido sendiri, tidak melihat jika Juman datang.

Dengan lahapnya Juman makan beberapa makanan kesukaannya. Timus diembat. Bakwan jagung diemplok. Tempe dan tahu bacem beberapa biji masuk ke mulutnya. Mbok Sido yang empunya warung tidak melihat. Begitu pula pembeli yang lain.
“Kalau begitu aku akan ambil bakmi. Akan aku bawa pulang dan aku makan di rumah”, gumamnya sambil ketawa kecil.
Diambillah bakmi yang dibungkus dengan daun pisang, tiga bungkus. Bakmi goreng dengan bahan mie kuning buatan Mbok Sido memang enak sekali buat lawuh makan nasi atau dimakan begitu saja. Tanpa membayar sepeser pun, Juman meninggalkan warung Mbok Sido.

Sampai di rumah terus saja bakmi goreng yang dibungkus daun pisang itu dia buka.
Lhadalaaah…! Juman terkaget- kaget. Bakmi goreng itu terlepas dari tangannya. Tumpah di lantai.
Juman menjerit- jerit. Dilihatnya bakmi yang tumpah itu pada berlompatan di lantai.
Bukan lagi berupa mie kuning, tetapi…berpuluh- puluh ekor cacing tanah berwarna kemerahan.

Dengan membawa popok wewe, Juman berlari menuju rumah Dulah. “Nih milikmu aku kembalikan, Dul. Aku kapok menggunakannya”.
Karena diberikan kepada tetangga- tetangganya tidak ada yang mau menerima, oleh Dulah popok wewe itu dia larung ke kali Winongo, tidak jauh dari rumahnya. – Nama samaran. (FX Subroto)

Read previous post:
Keberhasilan Wisata Kuliner Ditentukan Rekomendasi Medsos

PATI (MERAPI) - Laris tidaknya usaha kuliner di tengah pandemi Civid-19 di Pati, sangat ditentukan komentar para penggiat media sosial.

Close