DAPUR KANTOR (2-HABIS) – Ada Pekerjaan yang Belum Selesai

AKHIRNYA Fauzi ikut mengambil gelas dan menyeduh kopi. Dibukanya sebungkus kopi, aroma kopi meresap di hidungnya. Fauzi kembali bingung, dirinya sadar seharusnya bungkus kopi sudah diambil pak Aji, dan tersisa satu bungkus saja. Fauzi ingat betul, hari itu hanya ada dua bungkus kopi.
“Kamu bawa kopi sendiri ya? Ini kok masih satu?” kembali Fauzi menanyakan kepada pak Aji.

Tidak ada jawaban. Rekannya tetap meminum kopi dan duduk menatap jendela. Fauzi mulai mengaduk kopi dengan perlahan, perasaannya tidak nyaman. Dirinya merasa bahwa pak Aji berbeda pada malam hari itu. Tiba-tiba pak Aji berhenti meminum kopi dan berucap.
“Iya Mas, saya ada pekerjaan yang belum selesai. Dari mana Mas? Ayo ngopi dulu.”
Fauzi bingung dengan ucapan pak Aji yang sama persis dengan sebelumnya.
Jantungnya berdegup ketika kepala rekannya menengok ke arahnya dengan tatapan kosong dan tersenyum.
Pyar! Pyar! Pyar!

Suara kaca pecah berkali-kali menghampiri Fauzi. Dirinya terkejut dan tidak melihat pak Aji duduk di depan pandangannya. Lampu dapur mati dan ditepuk-tepuk pundaknya oleh seseorang, terasa ada yang memanggil.
“Mas! Mas! Ayo pulang Mas, udah jam sebelas malam.” Suara pak Aji membangunkan Fauzi yang terlelap di meja kerjanya.
Fauzi cukup terkejut dan dilihatnya pula rekan yang lain tengah berkemas-kemas untuk pulang. Kantor masih ramai dan angin tidak seganas apa yang ada diingatannya.

Dirinya bergegas turut mengemas dan pulang dengan rekan-rekannya. Pak Aji kebingungan dengan sikap Fauzi yang seperti terburu-buru.
“Mas? Kayaknya lembur sampai jam segini udah bikin kita lelah ya. Besok biar pak direktur ngasih tugasnya enggak mendadak lagi. Mana deadlinenya besok pagi.” Terang pak Aji.
Fauzi mengangguk dan mulai tersenyum, mimpinya begitu nyata dan mulai memudar.

Fauzi dan rekan-rekannya meninggalkan ruangan serta dimatikan seluruh lampu yang berpijar. Mereka berjalan meninggalkan ruangan kantor itu, namun dari kejauhan Fauzi melihat lampu dapur kantor kembali nyala dan muncul siluet orang yang memandang keluar. (Ichsan Nuansa)

Read previous post:
Ilustrasi Pemkab Kulonprogo.
Warga Rawan Bencana Disarankan Ikut Transmigrasi

Close