WEWENYA MINTA SUAMI (2) – Di Dalam Perut Terasa Ada Benda Besar

LELEMBUT ditempat itu tidak hanya menakut nakuti Bodan dan keluarganya tetapi juga menyebabkan isterinya Bondan sakit keras. Tampaknya
isteri Bodan seperti orang stress. Penyakitnya pun bermacam macam, yaitu panas disertai diare. Penyakitnya yang paling mengerikan adalah penyakit perut.

Didalam perutnya terasa ada benda sebesar bola. Benda itu berjalan dari atas (lambung) sampai perut bagian bawah.
Bersamaan dengan berjalannya benda itu perut terasa sakit sekali dan panas seperti dibakar api waktu itu pula isterinya Bondan menjerit karena tidak
tahan sakit.
Dia juga dibawa ke rumah sakit opname 2 kali tetapi juga tidak sembuh.
Perutnya di USG dan rontgen tetapi juga tidak ada apa apanya.

Atas saran ayahnya, Bondan mencari paranormal (dukun) untuk menyembuhkan isterinya. Iapun mencari paranormal ke Jawa Timur. Paranormal
itu akhirnya datang ke rumah Bondan. Ia mengitari rumah Bondan 7 kali lalu menerawang rumah tersebut. Lalu ia bilang kepada Bondan : “Mas rumah ini
dihuni oleh lelembut yaitu keluarga Gendruwo, Wewe, Thuyul dan Jrangkong”.
Lelembut itu harus dipindah katanya dukun tersebut. Dukun tersebut bilang : “Mas perlu diadakan selamatan untuk memindah lelembut”.
Bondan Suyanto menyanggupi : “Okey Pak beayanya berapa?”

Paranormal itu menjawab : “Beayanya Rp. 2.000.000,- mas”. Segalanya saya cukupi dulu membayarnya nanti sesudah selesai”.
Malam Jum’at Kliwon diadakan selamatan yang dipimpin oleh paranormal (dhukun) itu. Yang diundang tetangga, keblat papat (utara, timur, selatan, barat).
Saji-sajian disiapkan secara lengkap : Sega putih, jangan gurih, tukon pasar, kembang setaman, jenang abang, jenang baro-baro, jenang palang, golong tinata telu, tumpeng pinucuk lombok, rahing ayam winadhahan pincuk.
Paranormal lalu mengucapkan japa mantra diteruskan dengan doa-doa.

Sesudah itu baru menyuruh lelembut itu pergi dari rumah Bondan Suyanto. Kata-kata dari paranormal itu “He Sira Badan alus, Danyang, Jim, Setan kang
munggwing hing bantala, wreksa iki enggal hingkang ing Talaga Tawitan kang akweh tunjungnya ika wisma wus dadya darbeknya janma.” (Drs. Subagya)

Read previous post:
Beras Menor Segera Disertifikasi Tingkat Nasional

Close