“Semprul, Demit Cilik Menggoda Orang Gaek!”

DI USIANYA yang hampir sepuluh windu, Kakek Pringgo kondisi fisiknya masih sehat dan segar. Diantar putra sulungnya, Kakek Pringgo sering menyambangi anak dan cucunya di lain kota. Sore itu menjelang Mahgrib. Kakek Pringgo berjalan sendirian. Pulang dari menyambangi putranya yang nomer tiga yang rumahnya tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya.

Sampai di pojok pekarangan milik Pak Bono, tetangganya, di bawah pohon johar yang menjulang tinggi, telinga Kakek Pringgo mendengar suara tangis. Ternyata seorang anak laki-laki seumuran sepuluh tahun, menangis dengan suara amat keras.

“Huaaaa…tolong, Mbah. Bola mainan saya direbut. Tuh dia lari ke sana”, ujar bocah itu sambil telunjuknya menuding ke arah selatan.

Di arah selatan, kira- kira duapuluh meter, Kakek Pringgo melihat sesosok anak laki- laki lebih besar sekitar usia tigabelas tahun. Kakinya menendang- nendang bola warna putih. Bola melayang ke udara dan sesekali disundul dengan kepalanya.

Mendengar tangis iba yang semakin keras, Kakek Pringgo tidak tega. Lalu bergegas mendekati bocah laki- laki yang mempermainkan bola warna putih tersebut. “Ayo cepat kembalikan! Itu bukan bola milikmu kan?”, teriak Kakek Pringgo.

Mendengar teriakan kakek Pringgo, bocah laki- laki itu berhenti memainkan bola. Berdiri tegak berhadap- hadapan dengan Kakek Pringgo. Hanya berjarak satu setengah meter. Bola dipegang dan dilekatkan di pinggang. Tangan yang satunya berkacak pinggang. Seperti menantang. Melihat sikap bocah tersebut Kakek Pringgo naik pitam. Dengan gerakan cepat, bola berwarna putih itu dia rebut dari tangan bocah sableng itu.

Blug! Bola terjatuh di tanah. Suaranya seperti benda berat. Dalam hitungan detik bola berwarna putih itu berubah wujud menjadi tulang tengkorak kepala manusia atau…cumplung.

Meski kaget Kakek Pringgo tidak gentar. Dia bukan jenisnya orang penakut. Tahu akan dunia lelembut atau makhluk halus dari dunia astral yang kadang ada yang suka menggoda manusia. Berbarengan dengan berubahnya bola warna putih menjadi cumplung, terdengar suara cekikikan dua bocah laki- laki bersahut- sahutan. “Semprul! Demit kecil menggoda orang gaek!”, gerutunya sambil melangkah meninggalkan tempat tersebut. – Nama samaran. ( FX Subroto )

Read previous post:
Lazada Bagikan Tips Jitu Transaksi Berlimpah Sambut Harbolnas

Close