Foto Misterius dari Langit-langit Kamar

SESEORANG teman bilang bahwa masa penggunaan handphone sebaiknya hanya dibatasi selama dua tahun. Lebih dari itu, tak ada salahnya membeli hape baru. Selain untuk mendukung kinerja maksimal handphone, kita pun serasa terlahir kembali.
Karena kebetulan baru saja mendapat pekerjaan dengan upah menjanjikan, Dewi langsung kepikiran untuk mengikuti saran temannya tadi. Maka siang itu, pergilah ia membeli sebuah ponsel keluaran terbaru dengan fitur yang jauh lebih baik dibanding hape sebelumnya.

Dengan senang, Dewi kembali ke kos. Di sana, ia menjajal semua aplikasi yang terpasang, menambahkan ini dan itu, serta mencari tahu hal-hal keren lain yang bisa ia lakukan dengan si ponsel baru. Tentu saja, kegembiraan ini ingin ia bagikan pula dengan Gina, teman sekamar di kosnya. Berkali-kali ia melirik pintu, berharap Gina akan segera datang, lalu mereka selfie bersama dengan aplikasi foto editor yang punya layanan stiker lucu-lucu.
Menjelang pukul 9 malam, Gina baru pulang. Dewi yang sedang asyik menonton drama Korea kesukaan, tak lagi berminat mengajaknya ber-selfie.
“Wah, ini hape baru, Wi?” tanyanya. Dewi mengangguk seadanya—drakor yang ditontonnya sedang masuk ke bagian klimaks.
“Pinjem, boleh? Kudengar fitur kameranya bagus!”
“Pakai saja,” jawab Dewi sekenanya, “Sudah aku charge sampai penuh.”

Menggumamkan “terima kasih”, Gina langsung anteng bermain hape baru di kasurnya. Sementara itu, Dewi di atas kasurnya terus fokus mengikuti kisah layar kaca. Sesekali Dewi mendengar suara “cekrek” kamera hape dari Gina yang sedang selfie di atas kasur.
Acara televisi berlangsung terus. Selepas drakor, Dewi terbuai menonton talkshow tengah malam. Gina masih sibuk dengan hape Dewi, sampai akhirnya Dewi mulai mengantuk.
“Gin, sudah belum main hapenya?” tanya Dewi, sembari mematikan televisi. Tidak ada jawaban. Dewi menoleh, ternyata Gina sudah tidur. Hape Dewi digenggamnya di tangan kanan.

Setelah mematikan lampu kamar dan memastikan pintu serta semua jendela terkunci, Dewi menghampiri kasur Gina. Sedikit menggeser badan Gina ke tengah kasur, Dewi mengambil kembali hape baru tadi. Masih dalam posisi berdiri di tepi kasur, Dewi mengecek aplikasi apa saja yang Gina buka selama berjam-jam.
Gina membuka Twitter, menumpang log in di Instagram, dan mengunjungi beberapa laman kesehatan wanita. Tak lupa, dia mencoba kamera hape yang jernih dan mengedit hasilnya dengan aplikasi editor.

Dewi masuk ke menu Gallery, penasaran melihat hasil jepretan Gina. Kali saja ada selfie yang lucu dan bisa aku upload ke Instagram Story, pikirnya jahil.
Niat tadi ternyata benar-benar hanya menjadi niat semata. Total, ada 27 foto yang Gina ambil. 19 di antaranya adalah foto dirinya dari segala sisi, sedangkan 7 foto lainnya adalah foto Dewi yang diambil diam-diam saat sedang menangis gara-gara drakor.
Lalu, bagaimana dengan 1 foto sisanya?

Foto ini menampilkan Gina yang tertidur di kasur dan diambil dari sudut pandang tepat dari langit-langit kamar di atas tempat Dewi berdiri saat itu. Foto misterius ini bahkan memperlihatkan Dewi yang sedang membuka hape, persis dengan apa yang sedang ia lakukan.
Selagi Gina terlelap, Dewi cuma bisa terpaku di tempatnya berdiri—tak berani mendongak ke atas! (Aribowo)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close