Hanya Terlihat Nyala Sentir

TUKANG bakso ada yang berkeliling keluar masuk kampung. Setiap berkeliling, tukang bakso mendorong gerobak. Biasanya ada lampu sentir dinyalakan sebagai penerang, Gatot (nama samaran) punya anak usia enam tahun, yang sering minta dibelikan bakso. Tiap malam, dia duduk-duduk menunggu di teras rumah untuk memesan bakso buat anaknya.

Sebagaimana sifat anak, kalau meminta sesuatu kerap merajuk, bahkan menangis. Bagi Gatot, membelikan bakso bukan sekadar agar anaknya berhenti merajuk, tetapi juga tanda sayang. Apalagi tidak setiap saat membersamai anaknya karena kesibukan bekerja. Hanya waktu sore dan hari libur bisa bermain dan bercanda dengan anaknya.

Jam operasi bakso memang sejak petang. Melintas di depan rumah Gatot tak tentu jam berapa. Kalau di kampung sebelumnya laris, sampai di kampung berikutnya kemungkinan lebih lama. Setidaknya melintas di depan rumah Gatot bisa usai Maghrib, bisa pula habis Isya. Tidak setiap saat muncul tukang bakso. Mungkin sudah habis di kampung-kampung sebelumnya atau tukang baksonya meliburkan diri.

Suatu malam, Gatot dan anaknya menantikan tukang bakso seperti biasanya. Ditunggu sekian lama, tukang bakso tak kunjung datang. Menit demi menit berlalu, sudah satu jam lebih sejak usai Isya. Dengan mata awas menatap ke depan rumah, Gatot melihat nyala api berjalan. Betul-betul berjalan. Nyala api lampu sentir.

“Pak, baksone ora teko-teko,” seru anaknya yang dari tadi duduk di sebelah Gatot. Gatot hanya diam saja. Matanya dikucek-kucek dan dibelalakkan. Memang hanya nyala sentir yang terlihat. Gatot terus mengamati nyala api sampai hilang di tikungan jalan. Sampai jam sembilan malam, anaknya yang sudah capek dan mengantuk akhirnya tertidur. Gatot menyaksikan peristiwa semalam sebagai pengalaman ganjil. (Hendra Sugiantoro)

Read previous post:
Kangkung Musuh Gangguan Susah Tidur

KANGKUNG termasuk jenis tanaman sayur populer. Tak sedikit lokasi kuliner menyediakan olahan masak kangkung. Selain mempunyai kandungan gizi, olahan sayur

Close