Saudara Kembarnya Jadi Satu di Raga

DUA jam setelah kelahiran, bayi kembar itu satu di antaranya meninggal, dan yang satunya tampak sehat sekali. Oleh orang tuanya diberikan nama Gandung, ia tumbuh menjadi anak yang cerdas, sopan, dan berbakti kepada orang tua serta guru.

Sejak kecil tidak pernah nakal, namun dalam belajar segala hal selalu serius. Yang menjadikan heran kedua orang tuanya, Gandung mempunyai banyak kelebihan, bahkan dalam segala hal juga sangat beda dengan anak-anak sebayanya. Hal itu terlihat dalam pertumbuhan hingga sekarang sudah duduk dibangku SMA.

Tadinya ayah dan ibunya hanya melihatnya sambil lalu, karena hanya Nampak perbedaan-perbedaan yang mencolok. Baru pada suatu ketika ia diajak Bapak dan Ibunya pergi ke pasar, kebetulan menjelang hari raya, sehingga pasar Nampak penuh sesak. Tiba-tiba terdengar suara, “Copet, copet, copet!”

Begitu mendengar suara itu Gandung, “Sebentar, Pak!” lalu ia lari cepat.
Ayahnya kaget, ibunya berteriak, “Ndung! Kemana Ndung!” Namun Gandung sudah tak tampak.
Tak lama kemudian tidak jauh dari Bapak dan Ibunya sudah terjadi kerumunan, Bapaknya segera mendekat, ternyata tangan Gandung sudah mengangkat seseorang yang badannya kekar serta tanganya penuh tatoo, “Kembalikan dompet yang kau copet!” tukas Gandung ketus sambil matanya menatap tajam.

Tampaknya Copet itu tak berdaya dan mengembalikan dompetnya, kemudian gandung menurunkan copet itu, “Jangan diulangi!” ujarnya melepaskan sambil berharap yang lain jangan main pukul, “Biar dia sadar, jangan main hakim sendiri,” pintanya kepada yang bergerombol disitu.

“Nih Ibu dompetnya,” Gandung memberikan dompet kepada seorang ibu. Ketika Ibu itu hendak member sejumlah uang, “Nggak Ibu, saya ikhlas menolong, terima kasih,” ungkapnya. Ibu itu pun mengucapkan terima kasih.

Setelah sepi Bapak dan Ibunya menghampiri, mereka terperangah, karena Gandung putranya begitu berani, namun ia juga mempunyai kekuatan yang tak masuk akal. Gandung yang baru SMA mampu mengangkat pencopet yang badannya gede dan kekar. Copet itu juga ketakutan ketika Gandung menatap mukanya.

Sejak kejadian itu, Bapaknya nggak tenang, pengin mengetahui yang sebenarnya. Ia pun diantar sahabanya ke Pak Harun, seorang yang punya kelebihan, “Di raga putramu itu, ada kekuatan ganda, baik phisik maupun rohaninya. Jadi dia akan melebihi orang lain kekuatannya, apalagi untuk hal-hal kebenaran,” jelas Pak Harun.

“Apa ada hubungan dengan saudara kembarnya yang meninggal beberapa jam ketika lahir?” tanya ayah Gndung.
“Bisa jadi,” sahut Pak Harun, namun ia menjelaskan, jika semua tidak ada masalah, bahkan akan membantu mungkin juga keluarga. “Karena Gandung putra Bapak anak yang baik, kok,” lanjutnya sambil tersenyum. (Umiles)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close